Peristiwa

Divonis Seumur Hidup, Kurir Ekstasi Ini Tenang

Ilustrasi kurir ekstasi.(pencarian google)

PUBLIKA.CO.ID – M Sani, terdakwa kurir ekstasi sebanyak 100 butir terlihat tenang menjalani sidang dengan agenda putusan di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (19/12) sore, kendati divonis pidana penjara seumur hidup.

Sri Wahyuni selaku Ketua Majelis Hakim menghukum terdakwa pidana penjara seumur hidup setelah dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menghukum terdakwa Muhammad Sani alias Sani seumur hidup di penjara,” ujar hakim Sri Wahyuni, membacakan vonis.

Menanggapi vonis itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya langsung menyatakan banding. Vonis jauh lebih berat dari tuntutan karena sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina hanya menuntut terdakwa 20 tahun penjara.

Baca juga:  Napi Jaringan Sabu 73 Kg Penghuni Lapas Tanjung Gusta Diserahkan ke BNN

Dari pantauan di persidangan, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut terdakwa maupun seusai persidangan. Dia diam termasuk saat digiring kembali  ke dalam sel tahanan PN Medan.

Sementara itu, masih dalam kasus yang sama, terdakwa lainnya yakni Muhammad Iqbal dan Andre alias Icik juga menjalani persidangan dengan agenda putusan.

Terdakwa Muhammad Iqbal divonis seumur hidup, sebelumnya dia juga dituntut selama 20 tahun penjara. Sama halnya dengan Sani, melalui penasehat hukumnya, Iqbal juga langsung menyatakan banding.

Baca juga:  Dinilai Terbukti Lakukan Penipuan Rp545 Juta, Pensiunan BI Divonis 3 Tahun Penjara

Sedangkan, terdakwa Andre alias Icik divonis selama satu tahun empat bulan penjara. Dia sebelumnya dituntut satu tahun penjara. Menanggapi vonis itu, Andre menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui, terbongkarnya kasus ini berawal dari penyelidikan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat itu tepatnya pada 14 Mei 2018, terdakwa Sani dan Iqbal mendapat telepon dari Vindra (DPO). Keduanya mendapat perintah untuk menjemput ekstasi di Jln Medan-Binjai KM 12, Kec Sunggal, Kab Deliserdang.

Setelah menerima dua bungkus ekstasi sebanyak 100 butir itu, keduanya lalu berpencar untuk pulang ke rumah masing-masing. Sani kembali ke kosannya dengan membawa ekstasi itu di Jln Abdul Hakim Gang Mustika, Kec Medan Selayang. Namun, belum sampai di kos, dia ditangkap petugas BNN.

Baca juga:  Dinilai Terbukti Lakukan Penipuan Rp545 Juta, Pensiunan BI Divonis 3 Tahun Penjara

Sementara itu, Iqbal yang curiga kalau Sani akan melarikan ekstasi itu, lalu pergi menjemput temannya Andre alias Icik. Iqbal menjanjikan Andre alias Icik akan dibelikan kalung emas jika pekerjaannya mengedarkan ekstasi sudah beres.

Apes, saat melintas di depan kos Sani, keduanya lalu dikejar petugas BNN dan berhasil meringkusnya.

Sani sendiri saat diinterogasi petugas, mengaku akan mendapat upah sebesar Rp3 juta dari Vindra (DPO) apabila pekerjaannya beres.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top