OLAHRAGA

Pesepakbola Profesional Asal Sumut Main Satu Tim

Bansar FC 2-3 Medan All Star
Tim Medan All Star (baju merah) berfoto bersama tim Bandar FC dan tim wasit jelang laga di lapangan Sidodadi, Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat, Minggu (23/12).(istimewa)

PUBLIKA.CO.ID – Warga Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat menjadi saksi berkumpulnya belasan pesepakbola profesional asal Sumatera Utara bergabung dalam Medan All Star saat bentrok kontra Bansar FC di lapangan Sidodadi, Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat, Minggu (23/12).

Pertandingan yang berakhir 2-3 untuk kemenangan Medan All Star itu menjadi reuni sejumlah bintang sepakbola Sumut. Dibesut duet pelatih Ansyari Lubis dan Edy Syahputra, Medan All Star berisi kumpulan nama-nama beken seperti Abdul Rohim, Legimin Raharjo, Gusti Sandria, Ahmad Fauzi, Roni Fatahillah, Rahmad Hidayat (PSMS), Ahmad Maulana (Borneo FC), Paulo Sitanggang, Rifki, Fajar Andika (Barito), Aldino, Wiganda (Mitra Kukar).

Ada pula nama Riko Simanjuntak yang membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 musim 2018, Safrial Irfandi (PS Tira).

Baca juga:  Ini Kronologi Penunjukan Abdul Rahman Gurning CS Sebagai Tim Pelatih PSMS Medan

Mendapat perlawanan dari pasukan Bansar Medan All Star unggul lebih dulu lewat gol Aldino dari tendangan jarak jauh. Namun berhasil dibalas Nanda Syahputra. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Riko Simanjuntak membawa Medan All Star kembali unggul memanfaatkan umpan Rahmad Hidayat. Namun Bansar kembali menyamakan skor. Aldino akhirnya menjadi penentu kemenangan dan skor berakhir 3-2.

Usai pertandingan,  Legimin Raharjo menyambut positif digelarnya ajang ini. Apalagi sudah lama para pemain Medan itu tak bermain bersama karena menjalani karir di klub berbeda.

“Pertandingannya seru, penonton sangat antusias melihat semuanya. Setidaknya kami mampu memberikan hiburan buat warga sekitar,” katanya usai laga.

Menurut Legimin, pertandingan yang menyatukan pemain asal Sumut menjadi satu itu sangat bagus Apalagi, jika tim tersebut bisa memperkuat PSMS musim depan. “Kalau tim ini dijadikan satu untuk PSMS tentu sangat bagus. Saya yakin tahun depan akan kembali ke Liga 1. Tapi ya tergantung pemainnya juga sih mau apa enggak di PSMS,” ungkapnya.

Baca juga:  Lomba Menembak Kodam Iskandar Muda Jadi Ajang Siapkan Bibit Atlet PON 2020 Papua

Memang rata-rata para pemain tersebut pernah berkostum PSMS meski di musim-musim berbeda. Tentu saja peluang mereka kembali mempwrkuat PSMS tetap ada. Hal itu diamini Ansyari Lubis.

“Kalau dari hati kecil mereka saya yakin mereka masih mau membela PSMS walaupun di Liga 2. Tapi memang tergantung situasi yang ada dan komunikasi dengan mereka seperti apa. Meskipun memang sebagian besar masih dipertahankan klubnya,” kata Ansyari Lubis.

Sementara itu Manajer Bansar FC, Endra Gunawan mengucapkan rasa terimakasih terhadap pemain Liga 1 yang mau meluangkan waktunya untuk menghibur warga. Ia sengaja mendatangkan pemain-pemain top Liga asal Sumut itu demi menambah jam terbang anak asuhnya. Endra juga ingin memberikan hiburan demi menggairahkan sepak bola di Langkat dengan hadirnya Legimin dkk.

Baca juga:  Ini Kronologi Penunjukan Abdul Rahman Gurning CS Sebagai Tim Pelatih PSMS Medan

“Harapan kami ingin menggairahkan pesepak bola di sini. Dengan melihatnya pertandingan ini dan datangnya pemain liga, tentu mereka pasti akan termotivasi,” katanya.

“Ke depan kita juga berharap kepada pemerintah untuk memberikan subsidi kepada pemain agar ada pembinaan terhadap pemain usia dini. Mulai dari fasilitas hingga prospek ke depan agar melahirkan bibit-bibit baru pesepak bola,” ungkapnya (Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top