Demokratia

43 Warga Medan Pindah Memilih, Satu Warga Langkat

PPK Medan Baru sedang melakukan sosialisasi terkait pemilih pindahan, Rabu (26/12).(istimewa)

PUBLIKA.CO.ID – Hingga 26 Desember 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan mencatat ada 44 orang yang telah mengurus formulir A5 atau pindah memilih.

Anggota KPU Kota Medan, Nana Miranti menyebutkan, dari 44 orang yang terdata pindah memilih atau mengurus formulir A5, satu orang di antaranya warga Stabat, Langkat, yang ingin menggunakan hak pilihnya di Medan pada saat hari pemungutan suara. Sementara 43 warga Medan mengurus pindah memilih ke luar daerah.

“Dari 44 orang itu, satu pindah memilih dari Stabat ke Medan, dan selebihnya 43 orang pindah memilih dari Medan ke luar Medan,” ungkap Koordinator Divisi Program, Data dan Informasi KPU Medan itu, Rabu (26/12).

Baca juga:  Sambut Dies Natalis, Cipayung Sumut Akan Gelar Dialog "Menakar Netralitas Aparat Negara di Pemilu"

Untuk warga Stabat yang pindah memilih, kata ibu dua anak itu alasannya karena sedang menjalani pekerjaan. Sehingga pada saat hari pencoblosan Rabu, 17 April 2019, yang bersangkutan berada di Medan dan tidak bisa kembali ke tempatnya terdaftar meskipun saat pemilihan nanti adalah hari yang diliburkan.

Sebagai konsekuensinya, warga tersebut hanya bisa mendapatkan surat suara calon presiden/wakil presiden serta surat suara calon DPD RI. Sisa surat suara lainnya yakni calon DPR RI, calon DPRD Provinsi dan calon DPRD Kab/Kota tidak dapat diperoleh karena alamat domisilinya berbeda dari daerah pemilihan.

Baca juga:  Maju Sebagai Caleg DPR RI, Parlinsyah Harahap Usung Jargon "Harapan Masa Depan"

Sedangkan 43 warga Medan yang memilih pindah ke luar, di mana 28 orang pindah memilih ke luar Provinsi Sumatera Utara dan 15 lainnya masih berada di provinsi yang sama. “Untuk yang pindah keluar provinsi beberapa di antaranya pindah memilih ke luar negeri dan ke Pulau Jawa karena alasan pendidikan dan pekerjaan. Jadi yang pindah keluar provinsi nanti hanya dapat surat suara calon presiden dan wakil presiden,” ujar Nana.

Baca juga:  Maju Sebagai Caleg DPR RI, Parlinsyah Harahap Usung Jargon "Harapan Masa Depan"

KPU Kota Medan akan terus melakukan pendataan terhadap warga yang ingin mengurus surat pindah memilih hingga batas akhir 12 Maret 2019 untuk wilayah Kota Medan dan 18 Maret 2019 untuk tingkat nasional.

Karena itu diimbau bagi warga yang dipastikan pada hari pemungutan suara tidak berada di tempat dirinya terdaftar, dapat segera melaporkan atau mengurus surat pindah memilih ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan ataupun langsung ke Kantor KPU Medan.(Syukri Amal)

Komentar Facebook



Loading...
To Top