Opinia

Sumut Punya Poteni Besar Jadi Poros Maritim Dunia

Oleh: Alwi Hasbi Silalahi

PUBLIKA.CO.ID – Pemerintahan Presiden Joko Widodo memiliki sebuah program untuk mengembangkan potensi kemaritiman yang ada di Indonesia, hal ini dibentuk dalam sebauh rencana besar yakni Indonesia menjadi poros maritim dunia. Hal ini sejatinya juga dapat ditarik untuk dijadikan di wilayah Sumatera Utara. Hal ini mengingat Sumatera Utara adalah daerah yang 60 % wilayahnya merupakan laut dengan panjang bibir pantai 1.300 m.

Berbicara sejarah, Indonesia sejatinya adalah Negara yang sudah lama menggunakan potensi laut sebagai salah satu sumber kehidupan. Namun hal ini belum didorong dengan hadirnya berbagai jenis infrastruktur pendukung sehingga untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia masih belum dapat terealisasi. Hal lain yang menjadi penghadap terlaksana gagasan besar tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang juga masih belum memadai. Lembaga lembag pendidikan kemaritiman yang ada dianggap kurang mampu membentuk SDM yang memadai.

Hal ini ditandai dengan fakta bahwa masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan belum tergolong dalam kelompok masyarakat yang sejahtera bahkan terhitung miskin. Fakta diatas tentu sangat miris mengingat sebahagian besar daerah Indonesia adalah laut dengan segala jenis potesi yang ada. Ikan, Terumbu Karang dan hal lain yang ada didalam laut dengan jumlah yang begitu besar belum mampu menjadikan masyarakat untuk hidup makmur dan kecukupan.

Kembali ke Sumatera Utara, wilayah yang memiliki dua wilayah pantai yakni pantai barat dan timur ini juga sangat memiliki potensi kemaritiman. Beberapa wilayah kabupaten/kota di Indonesia juga berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia. Wilayah-wilayah itu yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias selatan. Selain itu ada beberapa wilayah di Sumatera Utara yang juga berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Wilayah-wilayah itu yakni Kabupaten Langkat, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara dan Kota Tanjung Balai.

Wilayah-wilayah diatas memiliki banyak sekali potensi kemaritiman. Potensi Pengembangan pada wilayah pantai barat adalah penangkapan ikan, pengolahan ikan. Budidaya Laut yang terdiri dari Rumput Laut, Kerapu dan kakap, Budidaya tawar yang terdiri dari mas, nila, Lele, Patin, Gurame, Tawes dan Nilam. Budidaya Tambak yang terdiri dari Udang Vaname, Udang Windu, Kerapu, Kakap, Bandeng. Sedangkan pada pantai timur yaitu penangkapan ikan, pengolahan ikan. Budidaya Laut yang terdiri dari kerapu, kakap, dan kerang hijau, Budidaya Tawar yaitu Mas, Nila, Lele, Patin, Gurame, Grass carp, Lobster air tawar, Bawal tawar dan Ikan hias, Budidaya Tambak yaitu Rumput Laut, Udang Vaname, Udang Windu, Kerapu, Kakap, Bandeng, sedangkan Budidaya perairan umum yaitu Mas, Nila.

Potensi-potensi diatas sejatinya cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat maritim dunia, namun hal ini bisa dilakukan jika hal-hal yang berkaitan dengan masalah masalah seperti yang tuliskan diatas dapat diatasi. Kita mulai dari infrastuktur yang memadai, persoalan kemaritiman tentu tidak bisa dilepaskan dengan hadirnya pelabuhan laut yang memadai. Jika berbicara tentang Sumatera Utara sejatinya sudah memiliki cukup pelabuhan laut untuk mendorong aktivitas itu, terbesar adalah pelabuhan belawan yang memiliki taraf Internasional.

Selanjutnya adalah Sumber Daya manusia yang memadai, hal ini juga tentu tak lupus pada proses pendidikan yang baik pula. Pada sektor ini pemerintah kiranya menghadirkan suatu instansi pendidikan pada level menengah dan tinggi yang terakreditasi baik, sumber daya manusia sejatinya akan berkembang seiring dengan instansi pendidikan sebagai tempat penggemblengan manusia juga ikut baik. Sampai hari ini saja instansi-instansi pendidikan yang fokus membahas persoalan kemaritiman masih sangat sedikit, untuk itu pemerintah harus terus menambah jumlah serta meningkatkan kualitas instansi-instansi pendidikan pada hal tersebut.

Penulis adalah Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara

Komentar Facebook



Loading...
To Top