Peristiwa

Petani Ancam Ubah Sawah Jadi Sawit di Kawasan Pantai Timur Sumatera

PUBLIKA.CO.ID – Petani Kabupaten Labuhanbatu mengancam mengalih fungsikan ratusan hektar lahan persawahan menjadi lahan perkebunan sawit yang berada di kawasan Pantai Timur Sumatera.

Hal itu menjadi perhatian bersama masyarakat Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dikarenakan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap sarana dan prasarana pertanian.

Mereka mengaku, sebanyak 20 hektar tanaman padi tadah hujan terserang hama hingga ruas jalan penghubung desa antar dusun yang rusak parah. Namun, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu belum menanggapi keluhan masyarakat tersebut.

“Hingga saat ini untuk para petani tidak ada perhatian dari pemerintah, hanya akal-akalan saja. Jadi kalau memang tidak ada lagi di perhatikan, kamipun akan beralih fungsi menjadi lahan persawitan atau pun lahan-lahan yang lain,” kata Minton Nainggolan, anggota Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Sei Penggantungan ketika di hubungi, Senin.

Baca juga:  Dinilai Terbukti Lakukan Penipuan Rp545 Juta, Pensiunan BI Divonis 3 Tahun Penjara

Ia menjelaskan, upaya penyemprotan menggunakan racun hama Amabas, Darmabas dan Virtako hingga saat ini tidak menghasilkan apapun di saat tanaman padi memasuki masa populasi yang tinggi.

Masyarakat petani di daerah itu, tidak tahu memohon pertolongan penyelesaian masalah pertanian yang mayoritas sebagai sumber penghasilan mayarakat di Desa Sei Penggantungan.

Menurutnya, jika hasil panen padi tidak optimal berakibat buruk pada ekonomi masyarakat hingga terhambatnya biaya pendidikan di kawasan lumbung padi tersebut.

Baca juga:  Napi Jaringan Sabu 73 Kg Penghuni Lapas Tanjung Gusta Diserahkan ke BNN

“Penyuluhan pertanian lahan kering (PPLK) kami tidak tahu berada di mana, ketidurankah atau tidak memperhatikan, kami tidak tahu,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan menyayangkan sikap pemerintah daerah yang kurang peka terhadap keluhan masyarakat petani di daerah.

Pihaknya meminta, aparat pemerintah lebih intens dan lebih luas mencari informasi publik yang beredar di masyarakat. Dengan demikian, untuk mewujudkan Labuhanbatu yang lebih sejahtera dapat tercapai bersama.

Baca juga:  Napi Jaringan Sabu 73 Kg Penghuni Lapas Tanjung Gusta Diserahkan ke BNN

“Kami menyayangkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang kurang peka terhadap keluhan masyarakatnya. Sekarang jamannya teknologi informasi, kita bisa mencari informasi itu dari media sosial masyarakat,” katanya.

Pihaknya berharap pemerintah daerah lebih meningkatkan sarana dan prasarana masyarakat, diantaranya penyuluhan pertanian lahan kering (PPLK) di daerah. “Tingkatkan penyuluhan pertanian lahan kering,” ujar Abdul Karim Hasibuan yang juga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

Komentar Facebook



Loading...
To Top