Napi Jaringan Sabu 73 Kg Penghuni Lapas Tanjung Gusta Diserahkan ke BNN

PUBLIKA.CO.ID – Narapidana kasus peredaran narkotika jenis sabu bernama Ramli, diserahkan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tanjung Gusta kepada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat.

Loading...

Penyerahan Ramli dibenarkan Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Pithra Jaya Saragih. “Sudah ada koordinasi dari BNN. Jadi si Ramli itu sudah diserahkan oleh petugas BNN yang hadir guna pemeriksaan lebih lanjut. Sekitar 13.30 WIB siang tadi,” ucap Jaya dikonfirmasi Selasa (15/1/2019).

Baca juga:  Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ini Merengek Minta Pengampunan

Jaya menyebutkan, Ramli merupakan tahanan yang dimutasi dari Lapas di Lhoksukon, Aceh, ke Tanjung Gusta Medan sekitar 2016. Ramli dipindahkan terkait kasus jaringan Narkotika Medan-Aceh.

“Jadi narapidana itu dihukum selama seumur hidup oleh majelis hakim yang kemudian penahanannya juga diserahkan ke Lapas Tanjunggusta,” bebernya

Menurutnya, sosok Ramli dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan sesama warga binaan. “Dia ini orangnya tertutup, jarang keliatan kalau ada kegiatan,” ucapnya.

Baca juga:  Sebut Mahasiswa "Kardus", Anggota DPRD Padangsidimpuan Dilaporkan

Disinggung dugaan adanya keterkaitan antara tersangka tangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai dengan seseorang di Lapas Klas IA Tanjunggusta bernama Ramli, Jaya tidak membantahnya.

Sekadar informasi, petugas gabungan BNN dan Bea Cukai mengamankan Kapal Motor (KM) Karibia bermuatan 70 bungkus diduga berisi sabu dan dua bungkus pil ekstasi. Dari penangkapan kapal tersebut, petugas awalnya mengamankan 3 ABK kapal yang diduga anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia.

Baca juga:  11.233 Napi Terima Remisi HUT RI, 349 Orang Langsung Bebas

Kemudian saat pengembangan, pelaku bertambah menjadi lima orang. Dengan tambahan tersangka Metaliana (30) dan napi atas nama Ramli Bin Arbi alias Bang Li.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook