Demokratia

Diduga Represif, Badko HMI Sumut Kecam Polisi Balikpapan

PUBLIKA.CO.ID – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara periode 2018-2020, mengecam aksi Represif Kepolisian dalam menyikapi unjukrasa mahasiswa dalam rangka memperingati HUT Balikpapan yg ke 122 tahun.

Loading...

M. Alwi Hasbi Silalahi selaku Ketua Umum Badko HMI Sumut ketika diwawancarai di Sekretariat Jalan Adinegoro Medan, Senin (11/2/2019) menyayangkan kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian kepada kelompok mahasiswa yang melakukan unjukrasa. Menurutnya pihak kepolisian harusnya bersikap persuasif dan humanis dalam mengawal unjukrasa.

Baca juga:  Ini Nilai Anggaran Pemilu 2019 KPU Kota Medan

“Kita mengecam aksi Represif yang dilakukan kepolisian kepada kawan kawan mahasiswa di Balikpapan, harusnya pihak kepolisian mengedepankan sikap humanis dalam mengawal aksi unjukrasa yang secara sah diizinkan oleh Undang-Undang itu” tutur Hasbi.

Lebih lanjut Hasbi meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk mencopot Kapolres Balikpapan. Menurut Hasbi Kapolres tidak mampu menjaga hak hak bersuara mahasiswa di Balikpapan.

Baca juga:  Pilpres 2019: Pada Waktunya Edy Rahmayadi Akan Menentukan Pilihan

“Seperti saya bilang tadi, unjukrasa itu masuk kedalam hak warga negara yang diatur didalam Undang-Undang. Kalau begini kan berarti ada pengangkangan hak tersebut, untuk itu saya meminta Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Balikpapan” lanjut Hasbi.

Hasbi juga menekankan bahwa kasus Represifnya pihak kepolisian di Balikpapan jika tidak diselesaikan bisa menjadi pemantik organisasi mahasiswa khususnya HMI dan kelompok Cipayung untuk melakukan unjukrasa di Seluruh Indonesia.

Baca juga:  Raja Salman Nilai Politik Indonesia Stabil karena Toleransi

Sebelumnya aksi mahasiswa memperingati HUT Balikpapan ke 122 menyoroti penanganan kasus korupsi dan penanganan banjir di Balikpapan berjalan rusuh. Puluhan mahasiswa luka-luka diduga akibat aksi represif dari pihak kepolisian.

Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook

To Top