Musda Pengda FAI Sumut : Seluruh Penggiat Airsoft Harus Taati Perpol 5 2018

PUBLIKA.CO.ID – Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Airsoft Indonesia (FAI) Sumut menghimbau kepada seluruh penggiat airsoft untuk mematuhi Perpol Nomor 5 Tahun 2018. Tujuannya agar airsoft tidak disalahgunakan.

Loading...

Ketua Pengda FAI Sumut, Abdul Hadi mengungkapkan berdasarkan Perpol tersebut, kepemilikan softgun harus didata oleh masing-masing Polda, sesuai dengan domisili si pemilik airsoft.

“Kami ingin seluruh penggiat airsoft mentaati peraturan Polri Nomor 5 2018, seperti mendatakan airsoftnya di Polda masing-masing. Agar kegiatan airsoftnya berjalan dengan aman,” ungkapnya usai acara pengukuhan Pengda FAI Sumut di Kota  Medan, Minggu (30/6/2019).

Sesuai dengan aturan, Abdul Hadi menambahkan bahwa penggunaan airsoft bukan untuk membela diri, apalagi untuk pamer kekuatan. Melainkan hanya digunakan untuk olahraga rekreasi.

Baca juga:  Gerebek Lokasi Narkoba, Polisi Dilempari Batu

“Fungsinya hanya untuk olahraga rekreasi. Untuk itulah, kita kerap menggelar kegiatan yang sifatnya olahraga, seperti war game. Itu pun kita harus mendapatkan izinnya dari kepolisian dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Wasekum PB FAI, Arbi Susilo Sudirman mengungkapkan pihaknya kerap melakukan sosialisasi penggunaan airsoft dengan baik dan benar kepada masyarakat. Salah satunya disosialisasikan lewat media.

“Airsoft dan airsoft gun itu berbeda. Makanya, Perpol ini dikeluarkan dan ini berlaku di seluruh Indonesia. Karena sesuai dengan Perpol ini, senjata replika, airsoft tidak boleh digunakan untuk mengancam dan membela diri. Hanya boleh digunakan untuk olahraga,” paparnya.

Baca juga:  Ini Kronologi Persidangan Mantan Kadis PU Deliserdang Sebelum Buron dan Ditangkap

Arbi menambahkan FAI tidak hanya ada di Sumut, namun juga di seluruh Indonesia, bahkan sampai di Papua.

Adapun kegiatan FAI sangat beragam, salah satunya dengan menggelar Kejurda dan Kejurnas.

“Dalam waktu dekat, kita akan membuat Kejurda Close Quartet Battle. Ini jenis pertempuran jarak dekat. Pesertanya 3 lawan 3. Airsoft yang digunakan pun harus sesuai syarat, seperti tekanan lontarnya sudah ditentukan,” ungkapnya.

Mewakili Polda Sumut, Kompol Mansyur yang hadir di acara itu mengungkapkan agar penggunaan airsoft aman, pihaknya selalu melakukan pembinaan kepada FAI Sumut.

“Kita selalu koordinasi dengan Pengda dan pusat. Seperti kumpul disini juga sebagai salah satu bentuk pembinaan agar ketentuan yang ada di dalam Perpol itu bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Baca juga:  Pertamina Akan Evakuasi dan Investigasi Pascainsiden Mobil Tangki BBM

Menurut Kompol Mansyur, airsoft sifatnya hanya olahraga dan jenisnya pun termasuk ke dalam senjata mainan. Namun karena bentuknya mirip sekali dengan senjata asli, makanya dikeluarkan Perpolnya.

“Untuk kepemilikannya sudah diatur di dalam Perpol seperti SKCK, tes kesehatan dan sertifikat menembak. Jadi, tidak serta-merta bisa memiliki airsoft. Takutnya nanti disalahgunakan. Izin kepemilikannya pun sudah diatur, yakni setahun sekali,” jelasnya.(Redaksi)

Loading...

Komentar Facebook