Demokratia

Pengusaha Jebolan Universitas Al-Azhar Mesir Ramaikan Bursa Calon Walikota Medan

DR. H. Dedi Masri, Lc, MA

PUBLIKA.CO.ID – Tokoh-tokoh yang berasal dari berbagai partai politik telah meramaikan bursa Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan 2020-2025. Hanya beberapa sosok di luar partai politik yang telah menyatakan akan berupaya ikut dalam kontestasi tersebut.

Loading...

Salah satu sosok dari luar politik yang ikut meramaikan bursa calon pemimpin Kota Medan adalah seorang pengusaha jebolan Universitas Al-Azhar Mesir, DR. H. Dedi Masri, Lc, MA.

Saat diwawancarai tatap muka oleh tim publika.co.id pada Sabtu (29/6/2019) di Hotel Madani Medan, pria yang akrab disapa Dedi tersebut menegaskan bahwa sudah saatnya Kota Medan dipimpin oleh sosok religius cerdas yang juga mumpuni dalam persoalan ekonomi.

Baca juga:  Begini Cara BEM FKIP Universitas Nommensen Tangkal Radikalisme

“Kota Medan adalah kota yang memiliki segudang potensi. Diantaranya yang terbesar adalah sektor ekonomi dan pariwisata. Sampai saat ini saya melihat belum ada sosok pemimpin Kota Medan yang mampu memaksimalkan potensi itu,” katanya.

“Oleh karena itu, sosok religius dan memahami ekonomi secara baik sudah saatnya memimpin Kota Medan. Sebab Kota Medan adalah kota melayu yang sebenarnya memiliki potensi pariwisata religius yang sangat besar,” jelasnya.

Sebagai contoh, jelas Dedi, Kota Medan merupakan kota tujuan wisata sekaligus kota transit yang dikunjungi oleh wisatawan lokal dan internasional. Wisatawan-wisatawan tersebut, sebagian besar memiliki kecenderungan untuk menikmati wisata religius.

Baca juga:  Unjuk Rasa Mengkritisi Jokowi Di Medan Ricuh, Ini Kronologi Lengkap Versi Mahasiswa

“Saya melihat Kota Medan ini adalah kota tujuan wisata sekaligus transit wisatawan lokal maupun internasonal. Seperti dari Malaysia, Pekanbaru, dan Aceh,” jelasnya.

Selain itu, Dedi berharap Kota Medan segera dipimpin oleh sosok yang memiliki kewibawaan tinggi. Sebab jika memiliki hal itu, maka memiliki kecerdasan sekaligus akhlak yang baik.

“Pemimpin seperti itu bisa menjadi khatib, tidak hanya berani berbicara di acara umum dan bisa masuk ke semua golongan. Saya berharap medan menjadi ikon tahfiz terbanyak di seluruh Indonesia. Anak-anak penghafal Al-Quran bukan tidak terdidik, tapi bahkan dapat meningkatkan akhlak dan kecerdasan sekaligus,” tandasnya.

Untuk diketahui, Dedi pernah berkarir sebagai Presidium Forum Ukhuwah Mahasiswa Islam di Kairo 1995-1996. Wakil Ketua  Himpunan Mahasiswa Mesir Kairo, Mesir 1998-1999 dan Bendahara Kumpulan Mahasiswa Minangkabau Kairo, Mesir 1996-1997, Bidang Humas Ikatan Cendikiwan Mahasiswa Indonesia 1994-1995, Wakil Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) SUMUT, Wakil Ketua ISMI( Ikatan Saudagar Muslim Indonesia), Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri MUI SUMUT, Wakil Ketua HIPMI SUMUT, Ketua Umum DPW IPI (Ikatan Pesantren Indonesia) SUMUT.

Baca juga:  Duet Dua Calon Pemimpin Muda Nan Tampan, Serap Aspirasi Masyarakat

Saat ini, Dedi lebih dikenal sebagai pemilik Hotel Madani dan dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU).

 

Loading...

Komentar Facebook

To Top