Demokratia

55 Mahasiswa Medan Diamankan Polisi

MEDAN – Dalam unjukrasa yang berakhir ricuh di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Selasa (24/9) kemarin, polisi telah mengamankan 55 mahasiswa dan seorang terduga teroris yang memprovokasi peserta aksi.

Loading...

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan aksi ribuan mahasiswa Medan Bersatu berakhir ricuh pada pukul 15.45 WIB. Akibat kericuhan itu, puluhan mahasiswa mengalami luka-luka, termasuk security DPRD Medan dan sejumlah jurnalis.

Baca juga:  Sambut Dies Natalis, Cipayung Sumut Akan Gelar Dialog "Menakar Netralitas Aparat Negara di Pemilu"

“Kemudian ada 55 orang diamankan di Polda Sumut, serta satu orang terduga teroris yang berstatus DPO diduga menunggangi perusuhan itu juga telah ditangkap,” kata Tatan, kemarin (25/09).

Tatan menjelaskan aksi mahasiswa di Kantor DPRD Sumut mulai siang hingga sore berakhir chaos. Kemudian aparat keamanan dalam hal ini Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut menghalau mahasiswa agar membubarkan diri.

Baca juga:  Mengkritik Jokowi, Alumni HMI Jadi Tersangka Dengan Pasal Berlapis

“Dari beberapa yang diamankan tersebut kemudian muncul video yang beredar di media sosial ada terduga anggota yang melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agus Andrianto, menegaskan akan menyelidiki oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa. Agus juga menyebut pihaknya akan tegas melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang melakukan tindak pidana dalam unjukrasa.

“Yang melakukan itu kita periksa, yang melakukan tindak pidana di dalam unjuk rasa juga kita periksa. Mahasiswa nanti kita lihat keterlibatannya,” tegasnya.

Baca juga:  Pujakesuma Medan Dukung Kapolda Sumut

Akibat kerusuhan tersebut, tujuh unit kendaraan milik polisi rusak berat dan ada yang sengaja dibakar oleh massa. Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas umum juga rusak, seperti kaca gedung DPRD Medan dan DPRD Sumut.

Loading...

Komentar Facebook

To Top