Hermawan Sulistyo : POLRI Harus Berbenah Menjadi Polisi Modern


MEDAN, PUBLIKA.CO.ID – Polri dituntut menjadi pelayan masyarakat sipil, yang tak militeristik, lebih akuntabel, responsif, transparan, dan tak menghalalkan kekerasan.

Loading...

Hal itu ditandai dengan perubahan total struktur, sistem, hingga kultur. Karena sudah menjadi bagian dari masyarakat sipil, maka mereka perlu menjunjung tinggi norma yang berlaku dalam masyarakat.

Demikian disampaikan Prof Hermawan Sulistyo dalam acara bedah buku “Polri Dalam Arsitektur Negara” dan “Democratic Policing” yang digelar di Grand Aston City Hall, Medan, Sabtu (02/11/2019).

Menurut Hermawan polisi pemerintah semacam Polri sangat sulit berjarak dengan kekuasaan, dan cenderung berkutat pada pengukuran kinerja berbasis angka-angka statistik, seperti keberhasilan dan kegagalan pengungkapan kasus kejahatan.

Baca juga:  Polisi Siap Jaga dan Kawal Aksi-aksi Unjukrasa

“Padahal, dalam konsep dalam ‘community policing’ atau perpolisian berbasis masyarakat, mestinya ukuran keberhasilan kepolisian adalah adanya dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjaga keamanan lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan terciptanya kondisi tertib sosial”, ungkap Hermawan.

Hermawan memaparkan POLRI dimasa depan, harus mampu menunjukkan bahwa mereka bisa menjaga jarak dengan kekuasaan.

“Polisi modern harus mampu meraih dukungan atau partisipasi aktif masyarakat, sehingga konsep ‘democratic policing’ dapat direalusasikan dalam mewujudkan masyarakat beradab”, pungkasnya.

Baca juga:  KPK Cekal Akbar Himawan Buchari

Sementara itu Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, Samsir Pohan menilai bahwa diperlukan partisipasi dari berbagai kelompok masyarakat dalam mewujudkan democratic policing.

“Polisi harus mampu mendapatkan kepercayaan dari berbagai kelompok masyarakat dengan memperbanyak diskusi dan sharing langsung dengan berbagai kelompok masyarakat khususnya kelompok pemuda”, ungkap Samsir.

Menurut Samsir pentingnya kelompok pemuda dilibatkan melihat fakta bonus demografi saat ini yang menunjukkan hampir 35 persen jumlah penduduk Indonesia saat ini berusia 20-30 tahun.

Baca juga:  Garuda Muda Lolos ke Piala Asia U-19 2020

“Kami siap bersinergi dengan POLRI untuk membangun konsep polisi berbasis masyarakat di Sumatera Utara khususnya”, pungkasnya.

Dalam bedah buku yang diinisiasi oleh Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto ini turut hadir pimpinan dari berbagai Universitas Negeri dan Swasta di Medan, Guru Besar FISIP USU, Prof Subhilhar, DPD KNPI Sumatera Utara, BEM se Kota Medan dan aktivis pemerhati demokrasi di kota Medan.

Loading...

Komentar Facebook