Picu Masalah Fungsi Otak, Kenali Gejala Sleep Apnea pada Anak

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SLEEP apnea salah satu gangguan tidur yang tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak. Kondisi ini tidak boleh diabaikan oleh orangtua, karena sleep apnea dapat membahayakan otak anak.

Loading...

Sleep apnea terjadi ketika pernapasan anak terhambat berulang kali, sehingga seperti kesulitan bernapas selama tidur. Hal ini karena penyempitan atau penyumbatan saluran napas bagian atas.

Faktor risiko yang membuat anak menderita sleep apnea meliputi pembesaran amandel, kelebihan berat badan, kondisi medis tertentu, seperti down syndrome atau cerebral palsy, cacat dalam struktur mulut, rahang atau tenggorokan dan riwayat keluarga. Diperkirakan 1 sampai 4 persen anak-anak menderita sleep apnea, terbanyak pada usia 2-8 tahun.

Sleep apnea pada anak tidak boleh dianggap sepele oleh orangtua. Karena, ada kemungkinan bahwa sleep apnea pada anak dapat menjadi masalah yang lebih besar dari sekedar gangguan tidur.

Bukti yang berkembang menunjukkan, sleep apnea pada anak yang tidak diobati dapat menyebabkan terganggunya fungsi tertentu dari otak, seperti fleksibilitas kognitif, self-monitoring, perencanaan, organisasi atau pengaturan diri dan gairah. Bahkan, penelitian mengungkap, sebanyak 23 persen anak-anak yang didiagnosis ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), menunjukkan gejala sleep apnea, di mana juga membuat anak kesulitan belajar dan mengalami masalah perilaku.

Apa saja gejala sleep apnea?

Anak mungkin menunjukkan gejala-gejala sleep apnea baik pada malam atau siang hari. Dikutip dari laman Omaha, gejala sleep apnea pada anak di malam hari meliputi:

– Mendengkur keras secara teratur

– Memiliki jeda napas, terengah-engah, mendengus dan penghentian napas sesaat

– Restless tidur atau posisi tidur yang abnormal dengan kepala dalam posisi yang tidak biasa

– Berkeringat deras saat tidur, karena berupaya mencoba bernapas dengan lancar

– Sering mengompol

Sedangkan, gejala yang ditunjukkan pada siang hari bisa fisik dan perilaku, seperti:

– Kesulitan bangun di pagi hari

– Sering marah-marah, gelisah, agresif dan rewel di sekolah dan lingkunan sosial

– Suara terdengar sengau dan bernapas secara teratur melalui mulut

– Kelelahan di siang hari, menyebabkan sering mengantuk dan melamun

SUMBER: OKEZONE.COM

Loading...

Komentar Facebook