Psikolog UI Juarai Wirausaha Muda Mandiri

Mahasiswa Diminta Manfaatkan KUR Bunga 9% Rp. 110 Triliun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

JAKARTA – Memasuki tahun ke-10, program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) telah membina sekitar 36.000 pengusaha muda dan melahirkan para juara di berbagai bidang usaha di Tanah Air. Untuk WMM 2016, psikolog anak dari Universitas Indonesia (UI) Devi Raissa Rahmawati menyabet juara pertama “Best of the Best”, berkat usaha buku untuk bayi dan anak usia 6 bulan-7 tahun.

Loading...

“Penghargaan WMM dan pembinaan wirausaha muda telah kami laksanakan sejak tahun 2007. Kami ingin menyebarkan virus yang menciptakan lapangan kerja, bukan pencari kerja. Dari ajang ini lahir pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan peduli. Misalnya Devi Raissa dengan usaha buku untuk bayi dan anak, omzetnya sekitar Rp 3 miliar,” ujar Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo dalam acara Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2016 di Grha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Bogor, Sabtu (11/3).

Ajang pernghargaan dan pembinaan wirausaha yang diselenggarakan Bank Mandiri tersebut digelar secara bergilir di kampus-kampus terkemuka di Indonesia. Pada gelaran puncak WMM tahun ini yang diselenggarakan di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), hadir pula antara lain Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mewakili Presiden Joko Widodo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, serta Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

Dirut Bank Mandiri yang akrab dipanggil Tiko ini menjelaskan, para pemenang ajang WMM terus dibina oleh bank BUMN tersebut. Mereka kini makin berkembang usahanya, seperti Elang Gumilang yang merintis usaha sebagai pengembang properti sejak masih kuliah di IPB.

“Elang Gumilang yang memenangkan WMM beberapa tahun lalu misalnya, terus mengembangkan usaha propertinya. Tahun 2005, bisnis propertinya baru Rp 300 juta, sekarang dia menggarap sejumlah proyek senilai Rp 500 miliar,” ucap Tiko.

Ia menambahkan, program WMM yang digelar Bank Mandiri juga diharapkan bisa mendukung penciptaan 1.000 digital startup. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, yang bersasaran menciptakan 1.000 digital startup yang akan mengubah Indonesia menjadi negara maju, dengan anak muda sebagai penggeraknya. Program tersebut juga didukung Rumah Kreatif BUMN.

Minat Wirausaha Meningkat
Puspayoga mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk meningkatkan minat para mahasiswa untuk berwirausaha. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia yang masih minim.

“Setelah digeber dengan berbagai upaya, memang ada kenaikan rasio wirausaha di Indonesia dari sebelumnya 1,67% menjadi 3,1% dari total penduduk. Namun, ini masih kalah dengan negara-negara tetangga di Asean, seperti Singapura 7%,
Malaysia 5%, dan Thailand 4%. Nah, kaum muda, manfaatkan skema dana murah Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha, yang kini bunganya diturunkan dari 9% per tahun, padahal dulu sekitar 24%,” tandas Puspayoga.

Ia sebelumnya menjelaskan, pemerintah telah menyediakan KUR senilai Rp 110 triliun tahun ini, naiik 10% dibanding tahun lalu. KUR ini bunganya hanya 9%, jauh lebih murah dibanding bunga komersial sekitar 11-12%, karena disubsidi pemerintah.

Bahkan, lanjut Puspayoga, untuk pembiayaan dana bergulir lewat koperasi bunga hanya sekitar 0,2% per bulan. Sedangkan yang untuk komersial sekitar 0,3% per bulan atau sekitar 4% per tahun. Skema-skema kredit bunga murah ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan, karena pemerintah tidak ingin pertumbuhan ekonomi tinggi namun hanya dinikmati ‘segelintir’ orang.

Pemenang WMM 2016
Pada acara yang sama, Direktur Digital Banking and Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengumumkan seluruh nama-nama pemenang WMM 2016 dalam berbagai kategori. Para pemenang WMM ini telah menjalani seleksi panjang di periode 2016 dan untuk juara pertama dari masing-masing kategori mendapat hadiah Rp 50 juta dan pembinaan, sedangkan pemenang kedua mendapat hadiah Rp 40 juta dan pembinaan.

Kategori industri, perdagangan, dan jasa kelompok mahasiswa sarjana dan diploma dimenangkan oleh Aesta Fajar, dengan usaha tas kulit (dari Universitas Islam Indonesia). Untuk kelompok alumni dan mahasiswa pascasarjana juaranya Ahmed Tessario dengan usaha beras organik (ITS).

Kategori boga kelompok mahasiswa sarjana dan diploma dimenangi Patria Prima Putra dengan usaha brownis sehat tanpa pengawet (Universitas Jambi). Untuk kelompok alumni dan mahasiswa pascasarjana, juara pertamanya adalah Erik Mursidi Utomo dengan usaha resto ayam bakar (Universitas Airlangga).

Kategori industri kreatif kelompok mahasiswa sarjana dan diploma dijuarai Imam Arif Winarta dengan usaha chasing HP berbahan kertas (Universitas Sriwijaya). Untuk kelompok alumni dan mahasiswa pascasarjana dijuarai Devi Raissa.

Kategori bidang usaha teknologi, untuk yang digital dijuarai Asmara Nova Susanto dengan usaha smart home apps (Politeknik Negeri Surabaya). Untuk yang nondigital juara pertamannya adalah Hendra dengan usaha penetasan telur lobster secara buatan (Universitas Brawijaya).

Kategori digital fintech dijuarai Jodhi Prasunu Palgunadi dengan usaha aplikasi keuangan sederhana (Universitas Sebelas Maret). Kategori “Best of the Best” dijuarai Devi Raissa. Kategori “Best Favourite” dimenangi Erik Mursidi Utomo dengan usaha resto ayam bakar dengan semua serba sepuasnya, gratis untuk nasi putih, es teh, es jeruk, camilan, dan sayuran (Universitas Airlangga).

Di luar kategori, ada program usaha sosial WMM, dengan juara pertama adalah Andi Hilmy Mutawakkil dengan usaha pengolahan bahan bakar ramah lingkungan, yakni biodiesel dari minyak goreng bekas (Universitas Negeri Makassar).

Sumber: Beritasatu.com

Loading...

Komentar Facebook