Power Rangers, Wajah Baru Jagoan Ikonik Generasi 90-an

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jakarta – Bagi generasi 90-an, Power Rangers yang baru resmi dirilis jadi salah satu film yang membuat penasaran. Lima jagoan super tersebut kembali hadir dalam format baru yang diadaptasi dari serial aslinya di tahun 90-an. Masih ada Zordon (Bryan Cranston), Alfa, dan kelima pasukan warna-warni. Seperti apa film Power Rangers terbaru?

Loading...

Film ini mengangkat awal kisah bagaimana jagoan super itu pertama kali dibentuk. Sebelum bersama, kelima remaja yang bernama Jason Scott (Dacre Montgomery), Kimberly Hart (Naomi Scott), Billy Cranston (RJ Cyler), Zack (Ludi Lin), dan juga Trini Kwan (Becky G) tidak mengenal dekat satu sama lain. Mereka adalah anak-anak yang punya masalah sosial dan keluarga masing-masing yang membuat mereka terlihat menyedihkan. Kehidupan kelimanya pun perlahan berubah saat menemukan koin berwarna merah, hitam, biru, kuning, dan merah muda di sebuah tambang emas. Tubuh mereka mendadak terasa sangat kuat dan anehnya, banyak aksi ekstrem yang bisa mereka lakukan.

Dengan sifat khas remaja yang selalu ingin tahu dan tak kenal rasa takut, mereka pun mencari tahu misteri kekuatan koin tersebut. Siapa sangka, kelima remaja ini sampai di sebuah pesawat luar angkasa yang tertanam jauh di bawah lembah dan aliran sungai. Di sanalah, Zordon dan Alfa berada.

Meski berkekuatan super, Jason dan kawan-kawannya belum layak berperang melawan Rita Repulsa (Elizabeth Banks), mantan ranger hijau yang kini ingin menguasai dunia. Mereka butuh kostum, senjata, dan kendaraan power (Zord) yang nyatanya tak bisa dengan mudah didapatkan. Kejujuran dan ketulusan satu sama lain adalah kunci agar mereka bisa berubah seutuhnya menjadi Power Rangers.

Sayangnya, mereka gagal menggali rasa itu hingga nyaris menyerah. Lantas, bagaimana perjalanan lima anak muda ini mencari jati diri mereka untuk bisa berubah menjadi Power Rangers? Bagaimana aksi para rangers generasi baru ini melawan Rita Repulsa yang jahat?

Film ini dikemas dengan konflik remaja biasa pada umumnya. Permasalahan yang dihadapi oleh lima karakter di sini tak lepas dari kehidupan sekolah, mimpi, dan keluarga. Dengan persahabatan sebagai akarnya, plot cerita sebenarnya mengalir sangat ringan dan sederhana, bahkan terkesan kurang kuat untuk membangkitkan ruh sebuah film superhero. Tapi mengingat film ini adalah film remaja dan anak, tak perlu banyak berpikir seperti menonton kisah jagoan super seperti dalam dunia DC, bahkan Marvel.

Sutradara Dean Israelite tahu betul apa yang diinginkan anak 90-an dari film ini. Banyak hal ikonik dari serial aslinya yang dimunculkan dalam film ini. Contohnya saja ketika potongan lagu ‘Go Go Power Rangers’ diputar dan kemunculan cameo dari pemeran aslinya berhasil membuat penonton yang menghadiri acara pemutaran perdana Power Rangers di Epicentrum XXI semalam, 22 Maret 2017, bersorak sambil bertepuk tangan. Film ini mengajak bernostalgia membangunkan memori menyenangkan di masa kecil.

Meski plot yang dirajut masih tak meninggalkan keasliannya dahulu, namun banyak gimmick yang disesuaikan dengan tren era terkini. Jokes dalam dialog yang terlontar menunjukkan bahwa lima anak muda Power Rangers ini benar-benar hidup di era sekarang, era di mana Iron Man dan The Avengers jadi jagoan super paling terkenal. Penasaran? Power Rangers sudah bisa ditonton di bioskop-bioskop Indonesia.

SUMBER: VIVA.CO.ID

Loading...

Komentar Facebook