Miris… Turun Gunung, Harimau Sumatera Mati Di Kampung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA– Warga Desa Hutapangan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, sontak menjadi heboh. Pasalnya seekor Harimau Sumatera tiba-tiba turun gunung dan memasuki pemukiman penduduk pada Sabtu (26/2/2018).

Loading...

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara dan Balai Taman Nasional Batang Gadis yang datang untuk mengamankan hewan paling dilindungi itu, malah mendapat penolakan dari warga setempat. Warga menginginkan agar harimau itu ditembak mati.

“Saat itu kita BKSDA Sumatera Utara dan Balai Taman Nasional Batang Gadis datang untuk mengevakuasi Harimau Sumatera tersebut, malah ditolak oleh warga. Mereka memaksa kita untuk mencari dan membunuh Harimau Sumatera itu,” kata Kepala BKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi di Kantor BKSDA Sumut Jalan SM. Raja Medan, Senin (5/3/2018).

Puncaknya pada Minggu (4/3/2018) ketika Harimau Sumatera kembali ke pemukiman warga dan nekad masuk ke bawah kolong rumah warga. Entah apa yang membuat warga menjadi geram, sampai akhirnya membunuh Harimau Sumatera ini dengan menombak hingga mati.

“Setelah harimau masuk ke kolong rumah warga, masa kemudian menombak harimau itu hingga mati. Selain ditombak, harimau itu juga ditembak oleh seorang personil Polsek Batang Natal,” ujar Hotmauli.

Dia menambahkan, setelah bangkai harimau diserahkan kepada pihak BKSDA Sumatera Utara, hasil Nekropsi, ditemukan beberapa bagian harimau yang hilang. Bagian hariamu yang hilang tersebut adalah kulit, kuku dan gigi.

“Hasil Nekropsi kita temukan ada beberapa bagian tubuh hariamu itu hilang. Selain itu ternyata kita temukan ada luka lama pada bagian bawah telinga semacam lobang peluru,” ujarnya.

Disinggung apakah luka lama itu merupakan ulah dari pemburu liar, Hotmauli belum bisa memastikan, tapi kemungkinan hal tersebut menjadi alasan mengapa Harimau Sumatera itu sampai nekat masuk ke perkampungan warga.

“Kalau kita lihat dari luka lama itu, bisa saja itu adalah bekas luka tembak, dan kita duga itu bisa ulah pemburu liar. Karena terancam, maka dia turun ke perkampungan warga,” tutup Hotmauli. (*)

Loading...

Komentar Facebook