Gagal Fokus, Fredrich dan Jaksa KPK Malah Perdebatkan Bubur Kacang Hijau

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Sidang lanjutan kasus perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat gagal fokus.

Loading...

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umun pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan sejumlah foto kondisi Rutan Klas I Jakarta Timur, Cipinang Cabang KPK, sebagai bantahan Jaksa terkait pernyataan Fredrich yang merasa tertekan berada di rutan tersebut.

Dari beberapa foto yang ditampilkan, JPU menampilkan sebuah foto satu mangkuk bubur kacang hijau, yang menjadi alasan Fredrich tidak betah di rutan dan meminta pindah.

Pada sidang sebelumnya, Fredrich mengeluhkan hanya mendapat sarapan satu sendok bubur kacang hijau. Hal itu dianggapnya tidak sesuai dengan yang dianggarkan bagi tahanan, yakni Rp 40 ribu per tahanan.

“Izin majelis, menanggapi pernyataan terdakwa yang hanya mendapat satu sendok bubur kacang hijau. Disini memang memang benar terdakwa dapat satu sendok, tapi buburnya kan satu porsi,” ujar Jaksa Takdir Suhan, saat menampilkan foto satu mangkuk bunur kacang hijau di hadapan majelis hakim, Kamis (19/4/2018), dikutip dari Liputan 6.

Belum selesai menjelaskan, Fredrich langsung menyela penjelasan jaksa. Dia menilai jaksa asal ucap, tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya.

“Iya tapi biji kacang hijaunya bisa dihitung, kebanyakan airnya. Bisa kembung nanti,” ucap Fredrich.

Keduanya sempat bersitegang lantaran pembahasan tersebut, namun Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri menengahi dengan mengatakan tidak perlu memfokuskan tanggapan pada bubur kacang hijau. (*)

Loading...

Komentar Facebook