Bersama Tuhan Dan Teman, Dadang Darmawan Songsong DPD RI

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dadang Darmawan Pasaribu mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Kamis (26/4/2018). Berbeda dengan Bacalon DPD lainnya, Dadang menumpang becak motor, diiringi pendukung setianya.

Loading...

Sepanjang perjalanan ke KPU, nama Dadang terus dielu-elukan para pendukung. Mereka pun membawa poster yang berisi dukungan kepada mantan Aktivis HMI itu.

Saat tiba di KPU, beberapa petugas sempat kaget. Bagaimana tidak, beberapa pendukung Dadang membawa sayur mayur untuk diberikan kepada komisioner KPU. Sayuran itu adalah hasil dari para petani yang selama ini diadvokasi Dadang dan kawan kawan.

Dadang beralasan, keinginannya maju di DPD karena melihat persoalan daerah yang tidak kunjung selesai. Terutama masalah Sumber Daya Alam yang terus mengalami kerusakan, karena tidak dikelola dengan baik.

“Belum lagi Sumber Daya Manusia yang juga belum tuntas. Masalah KKN juga tidak pernah tuntas. Yang lain adalah aspek aspek moralitas seprti narkoba, dan penyakit sosial lainnya. Luar biasa bermasalahanya,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah soal disiintegrasi yang mengancam kesatuan bangsa. Selama ini, menurut Dadang, hal tersebut masih menjadi PR yang belum tersentuh secara signifikan.

“Kita perlu injeksi lebih kuat dan lebib bbertenaga untuk menuntaskan persoalan persoalan itu,” ujar Akademisi FISIP itu.

Ditanya soal seberapa yakin ia terhadap dukungan masyarakat akan mendukung langkahnya maju sebagai calon DPD RI, ia menjawab 90% sangat yakin.

“Saya meyakini 90% masyarakat akan bergandengan tangan mendukung, 10% lagi kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, Tuhan dan Teman adalah modal kita,” ucapnya dengan semangat.

Dadang menjadi bakal calon DPD ke-15 yang mendaftarkan diri ke KPU. Sebelumnya, sejumlah nama beken di Sumut juga sudah mendaftarkan diri. Bahkan anggota DPD sebelumnya juga sudah mendaftarkan diri.

Dadang tetap optimis bisa bersaing dengan nama beken itu. Walaupun dengan segala keterbatasan baik dana ataupun fasilitas lainnya.

“Sebagian besar orang mengatakan, kelas kita semut atau kelinci, tapi kita coba semut dan kelinci ini bertarung dengan gajah gajah dalam kontestasi,” pungkasnya. (*)

Loading...

Komentar Facebook