Masyarakat Simalungun Protes Keras Siantar Dijadikan Kota Pusaka

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar, Senin (30/4).

Loading...

Massa mendesak DPRD Kota Pematangsiantar untuk memakzulkan Walikota Hefriansyah karena dinilai menistakan suku Simalungun.

Sebab sebelumnya, Walikota Siantar itu mengeluarkan kebijakan, menjadikan Pematangsiantar sebagai Kota Pusaka. Makna kata “Pusaka” itu dianggap massa sebagai upaya untuk tidak menganggap atau mengakui keberadaan suku Simalungun.

“Suku Simalungun merasa disakiti, karena dianggap pusaka dan hanya tinggal sejarah. Walikota melecehkan dan menistakan ditanah kami sendiri,” kata Henson Saragih, salah seorang perwakilan massa saat berorasi.

Oleh karena itu, tegas Henson Saragih, Walikota jangan coba-coba “menghanguskan” suku Simalungun dari tanahnya.

“Kemudian beberapa kegiatan tidak menampung aspirasi dan melibatkan masyarakat Simalungun. Bahkan Sekda diimpor dari daerah luar Simalungun,” tegasnya.

Aspirasi massa unjuk rasa tersebut diterima oleh Kamal Manik, perwakilan DPRD Komisi I.
Aspirasi kemudian dibahas bersama pimpinan DPRD Komisi I. Setelah itu, massa pun membubarkan diri dengan tenang dan damai. (*)

Loading...

Komentar Facebook