Pemkab Madina Jemput Bola Genjot Tenaga Kerja Terampil

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam meningkatkan ketersediaan tenaga kerja terampil, diantaranya dengan menggelar berbagai kegiatan peningkatan keterampilan masyarakat berbasis kompetensi di berbagai sektor. Kegiatan pelatihan ini bahkan menyasar ke desa-desa di Madina dalam rangka upaya jemput bola peningkatan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Madina.

Loading...

Kepala Bidang Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal, Salamuddin Nasution, mengatakan, kerja cepat jemput bola ini dalam rangka pemenuhan ketersediaan tenaga kerja terampil yang siap bersaing sehingga nantinya diharapkan dapat menekan angka pengangguran masyarakat.

“Dinas Tenaga Kerja selaku Leading Sector berupaya terus melakukan pelatihan-pelatihan keterampilan masyarakat, semoga dari pelatihan-pelatihan ini muncul tenaga kerja terampil baru, atau terbukanya lapangan pekerjaan lebih luas, setiap peserta nantinya akan dapat sertifikat dari Dinas Tenaga Kerja dan akan ditindaklanjuti dengan sertifikat dari Badan Sertifikat Nasional,” Ujar Salamuddin Nasutioan, dalam sambutannya usai menutup pelatihan Berbasis Kompetensi tahun 208 jurusan menjahit pakaian di Kecamatan Natal, yang digelar selama dua pekan oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Natal Kamis (3/5).

Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 19 peserta wanita dan 1 peserta pria dengan menghadirkan tiga orang instruktur yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Hadir dalam penutupan kegiatan pelatihan tersebut Kepala Bidang Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madina, Salamuddin Nasution, Kepala UPT BLK Kecamatan Natal, Maharuddin dan seluruh peserta yang telah selesai melaksanakan pelatihan keterampilan menjahit.

Terkait ketersediaan tenaga kerja terampil ini, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri seperti dilansir dari situs detik.com, mengatakan, Kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia mencapai 113 juta orang pada tahun 2030, hal berdasarkan rises McKinsley Global Institute (MGI) yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016. di sisi lain data dari BPS tahun 2015 tenaga kerja terampil yang dimiliki indonesia masih di angka 57 juta orang.

“Artinya Indonesa membutuhkan supply tenaga kerja terampil sebanyak 3,7 juta per tahunnya,’ ujar Hanif saat menghadiri acara pelepasan Pemagangan Program Kementerian Ketenagakerjaan di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Sementara itu, kondisi ketenagakerjaan Sumatra Utara sesuai dengan survei angkatan kerja nasional pada BPS Agustus 2016 tercatat, jumlah penduduk Sumatera Utara hampir 14 juta jiwa, dengan penduduk usia kerja 9.842.000 orang, angkatan kerja 6.363.000 orang, penduduk yang bekerja 5.991.374 orang, sedangkan pengangguran terbuka sebanyak 372.000 orang atau setingkat dengan 5,84 Persen. (*)

Loading...

Komentar Facebook