Masjid Dilarang Bahas Politik, Gatot Nurmantyo: Sakit hati saya!

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Polemik pelarangan berbicara politik di dalam Masjid mendapat berbagai respon dari umat islam. Ada yang pro dan ada pula yang kontra.

Loading...

Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait polemik pelarangan membahas politik di dalam masjid. Gatot menyatakan tersinggung dan sakit hati atas pernyataan tersebut.

“Sakit hati saya, kalau ada yang menyatakan masjid dilarang membicarakan politik,” kata Gatot Nurmantyo, mengutip Tempo.co saat menghadiri dialog di Masjid Kampus UGM Yogya Jumat (5/5/2018).

Gatot menjelaskan, orang yang melarang membahas politik di Masjid ada dua kemungkinan. Pertama, kalau dia beragama islam artinya dia tidak tahu tentang agama. Kedua, kalau orang itu bukan beragama islam, artinya orang itu sok tahu soal agama islam.

“Rasulullah saja mengatur politik dan pemerintahan di Raudah,” ujar gatot.

Dia menambahkan bahwa Islam itu rahmatan lil Alamin yaitu rahmat bagi semesta alam. Apa yang tertuang dalam Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang saat ini banyak turunannya dalam berbagai bidang kehidupan.

“Ilmu kedokteran asalnya dari Al-Quran, Ilmu Astronomi atau kebintangan, cek saja mana yang lebih dulu, penemu kebintangan duluan atau Al-Quran,” ungkap Gatot.

Demikian halnya dengan ilmu pemerintahan dan politik, juga diatur dalam Al-Quran.

Dengan kondisi demikian, kata Gatot, di Masjid dilarang berbicara politik, sementara terkait kehidupan tidak terlepas dari politik, ia pun bingung umat harus bersikap bagaimana.

“Rasulullah itu kan panutan bagi muslim dalam menjalankan kehidupan, apapun tentu harus meniru Rasul,” ujarnya.

Gatot menuturkan, ketika Rasulullah membicarakan pemerintahan dan politik di Raudah di Masjid Nabawi, namun hal itu dilarang ditiru, tentu sangat membingungkan.

“Seharusnya yang dilarang itu bukan bicara politik di masjid, tapi bicara yang mengadu domba, mengajak yang tidak benar, itu baru benar,” ujar Gatot.

Gatot meyakini, politik itu tujuannya mulia, tapi terkadang sering disalah gunakan.

“Jadi perlu diluruskan soal polemik masjid dilarang berbicara politik ini, nanti kalau itu terjadi orang akan takut ke masjid,” tandasnya.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook