Video Edy Didoakan Pendeta Viral, Aktivis GNPF Ulama Ungkap Cerita Sebenarnya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Sebuah video singkat yang memperlihatkan para pendeta sedang mendoakan Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi mendadak membuat masyarakat heboh. Pasalnya, video tersebut dengan cepat tersebar di berbagai jenis media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Loading...

Banyak pihak yang berpendapat bahwa video itu diviralkan dengan tujuan menjatuhkan sosok Edy Rahmayadi jelang pencoblosan 27 Juni 2018 nanti.

Namun ternyata, video tersebut sama sekali tidak dapat mewakili seluruh hal yang terjadi. Diketahui bahwa video itu diambil pada kegiatan yang digelar pada 4 Mei 2018 lalu, turut dihadiri pemuka dari agama lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh aktivis Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara, Dimas Pamungkas.

“Sebenarnya di acara itu, ada juga pemuka agama lain, seperti pendeta Budha. Acaranya di Mutiara Suara Nafiri bertema “Pertemuan Persatuan Pemuka Agama: Ulama, Pastor, Pendeta’,” katanya saat diwawancari awak media, Rabu (9/5/2018).

“Di sana Edy Rahmayadi diagendakan mamaparkan visi dan misinya,” sambung Dimas.

Dimas menilai, Edy Rahmayadi tidak melanggar nilai apapun dalam Islam saat didoakan oleh pendeta pada kegiatan itu.

“Pemuka agama lain juga berharap Edy menang. Mereka mendoakan pasangan Eramas. Di sini, tidak ada prinsip aqidah yg dilanggar. Sebab, acara bukan di gereja, bukan dalam rangkaian kebaktian atau ibadah. Artinya Edy tidak membatalkan aqidahnya di sana,” jelasnya.

Video itu pun diyakini Dimas akan memberi dampak positif bagi Eramas, bukan sebaliknya.

“Jadi itu adalah hal yang positif dalam kaitan perolehan dukungan dari pemuka agama lain yang tidak seiman dengan Edy,” tandasnya.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

 

Loading...

Komentar Facebook