Cuma Eramas Yang Berani Lawan Sistem Ijon, Petani Diuntungkan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Persoalan petani di Sumatera Utara yang berurusan dengan peng-ijon, menjadi perhatian pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumut nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas). Rekam digital mencatat, dari seluruh pasangan calon (paslon) di seluruh Pilkada Serentak 2018, hanya pasangan ini yang berani berkomitmen untuk mendukung petani agar terlepas dari jerat sistem ijon itu.

Loading...

Untuk diketahui, ijon adalah kredit yang diberikan kepada petani, nelayan, atau pengusaha kecil, yang pembayarannya dilakukan dengan hasil panen atau produksi berdasarkan harga jual yang rendah. Praktek ijon  ini membuat petani membayar pinjaman modal dengan hasil pertaniannya. Dengan begitu, petani akan ketergantungan dan tidak sejahtera.

“Praktek ijon ini adalah masalah pertanian kita di Sumut. Hasil pertanian dibeli pemilik uang dengan harga yang sudah ditentukan lebih dulu. Petani harus jual ke pengijon karena sudah meminjam modal atau uang lebih dulu,” kata Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, saat diwawancarai wartawan dalam kampanye di Padang Lawas, Senin (14/5/2018).

Eramas, tegas Ijeck, akan berupaya semaksimal mungkin agar petani bisa mandiri dalam mengelola sawah dan hasil pertaniannya. Salah satunya dengan menyediakan akses petani kecil ke dunia perbankan secara adil dan berkelanjutan.

“Persoalan di lapangan, petani kita sulit menembus bank. Maka itu, bank daerah milik Pemprov Sumut harus lebih dimaksimalkan dan diandalkan untuk membantu petani nantinya,” ungkap Ijeck.

Setelah bebas dari pen-gijon, petani di Sumut diharapkan bisa lebih maksimal dalam mendukung upaya ketahanan pangan di Sumut.

“Ketersediaan lahan pertanian juga harus dipertahankan. Pupuk dan benih disesuaikan dengan kebutuhan di satu daerah. Di samping itu, lahan yang ada dan dikelola petani juga harus dijaga agar hasilnya optimal dan petaninya turut sejahtera, tanpa riba,” kata Ijeck.

Sementara itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut, Fadly Abdina, menyambut baik komitmen Eramas ini. Isu pertanian tidak hanya semata pengelolaan lahan.

Tapi juga pengintegrasian sektor pertanian dari hulu hingga hilir, dari penyediaan benih, bibit dan pupuk yg baik serta terjangkau, penyediaan permodalan, penanganan pasca panen hingga penjaminan pasar yang baik buat para petani.

“Program Eramas ini untuk menjaga petani dari jerat pengijon sangat realistis. Karena itu memang terjadi di lapangan,” kata Fadly.

Dijelaskan Fadly, masyarakat Sumut harus jeli melihat program Calon Gubsu dan Wagubsu untuk memilih pada 27 Juni 2018.

“Saya pikir, program kerja ERAMAS orisinal dan menyentuh ke persoalan di masyarakat Sumut. Bukan duplikasi,” tandasnya.

Penulis: Asmojoyo
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook