KNPI Ambon Pimpin Aksi Perlawanan Terhadap Terorisme

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Musibah teror bom yang baru saja terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah meninggalkan duka dan meninggalkan goresan luka pilu di hati rakyat indonesia. Indonesia berduka atas perilaku tidak manusiawi dari pihak-pihak yang tak berperikemanusiaan itu.

Loading...

Atas peristiwa tersebut, seluruh elemen menyatakan kutukan terhadap pelakunya. Salah satunya datang dari elemen pemuda yakni Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ambon, Maluku.

Ratusan kader dan pengurus daerah Kota Ambon bersama sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) menggelar aksi simpatik, mengutuk aksi teror yang terjadi di sejumlah daerah di Surabaya.

Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Ahmad Ilham Sipahutar, yang memimpin aksi simpatik itu mengatakan, jika aksi tersebut merupakan bentuk ungkapan duka bagi mereka yang menjadi korban keganasan teroris dan sikap tegas pemuda mengutuk aksi terorisme, radikalisme dan intimidasi berbau SARA yang baru saja terjadi.

“Kita mengutuk keras aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi, berbagai aksi kekerasan dan intimidasi yang berbau SARA tanpa pandang bulu. Untuk itu, harus secepatnya diungkap motif dan para pelaku teror secara transparan, agar keluarga korban mendapatkan rasa keadilan, dan isu-isu yang mendeskreditkan agama tertentu bisa segera diantisipasi,” kata Ahmad Ilham Sipahutar, Senin (14/5/2018).

Aksi simpatik tersebut dimulai dari Tugu Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon, dengan penyampaian orasi ungkapan duka kepada korban dari masing-masing elemen. Selanjutnya aksi dilanjutkan dengan longmarch menuju Mapolda Maluku.

Selain mengutuk aksi terorisme dan menyampaikan duka mendalam bagi korban, DPD KNPI Kota Ambon juga meminta pemerintah serius dalam mengusut gerakan terorisme di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Kita meminta Presiden RI juga harus segera mengevaluasi Kapolri dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), karena telah gagal menciptakan rasa aman bagi setiap warga negara indonesia. Semestinya harus ada jaminan hal ini tidak terulang kembali, jika tidak sudah seharusnya diganti,” tegas Ahmad Ilham Sipahutar.

Setelah tiba di Mapolda Maluku, masa kemudian di sambut oleh Kepala Biro (Karo) Ops dan Direktorat Intel Maluku.

Usai menyampaikan tuntutan, masa kemudian kembali melakukan aksi longmarch menuju Tugu Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon. Sekira pukul 14.00 wib, setelah menyampaikan closing statement, masa kemudian membubarkan diri.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook