Penderita Diabetes Boleh Menjalankan Ibadah Puasa, Asal Melakukan Hal Ini

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

 

PUBLIKA- Puasa metupakan ibadah wajib bagi umat Islam selama tidak berakibat fatal pada kesehatan.

Loading...

Lalu bagaimana dengan penderita diabetes?

Bagi penderita diabetes, terlebih dahulu harus mengambil tindakan pencegahan dan melakukan pemeriksaan medis, apakah mereka bisa berpuasa atau tidak.

Dalam satu kasus tertentu, penderita diabetes dibebaskan dari puasa, karena bisa mengakibatkan munculnya efek buruk bagi tubuh.

Namun, ternyata penderita diabetes tetap bisa menjalankan ibadah puasa jika mampu mempertahankan kadar gula di dalam tubuh. Seperti yang disebutkan oleh dokter dari Pusat Diabetes Dubai, M. Hamed Farooqi.

“Setiap orang perlu mengikuti tindakan pencegahan tertentu saat berpuasa, tetapi penderita diabetes harus mengambil tindakan pencegahan ekstra karena tubuh mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan fluktuasi kadar gula darah,” tutur dr. M. Hamed Farooqi.

Lebih lanjut dikatakan M. Hamed Farooqi bahwa langkah yang paling penting untuk penderita diabetes yang memilih berpuasa, yang pertama adalah memastikan berkonsultasi dengan praktisi kesehatannya sehingga dokter dapat memberikan saran apakah aman baginya untuk berpuasa. Kemudian untuk mengukur apakah tubuhnya akan mampu mengatur jam panjang puasa.

Selain itu, pasien juga dianjurkan memodifikasi dosis obat, biasanya menurunkan dosis untuk memastikan mereka mempertahankan kadar gula mereka.

Ditambahkannya, penderita diabetes biasanya mengalami kenaikan kadar gula yang begitu cepat sehingga mengakibatkan dehidrasi yang menyebabkan komplikasi serius seperti kehilangan kesadaran.

“Penurunan kadar gula dapat menyebabkan beberapa gejala lain seperti kelemahan, gemetar tangan, kesulitan berbicara, jantung berdebar-debar, dll. Situasi ini terjadi karena rendahnya gula dan kelebihan insulin dalam tubuh. Ini bisa terjadi pada diabetes Tipe 1 dan Tipe 2,” kata dr. Farooqi

Farooqi juga menjelaskan, penting bagi penderita diabetes untuk membawa sumber gula dengan mereka setiap saat dan jika mereka mengalami gejala ini, mereka harus segera mengkonsumsinya dan menghubungi dokter atau layanan darurat.

“Yang terpenting bagi penderita diabetes yang berpuasa jangan melewatkan makan sahur atau berbuka,” jelasnya.

Sementara Inaam Ebrahim Kandil, Kepala Koordinasi Pendidikan Diabetes di Pusat Diabetes Dubai, menyarankan agar Penderita diabetes juga tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsi makanan saat sahur dan berbuka dan dianjurkan untuk menikmati makan-makanan ringan saat sahur.

“Pilih makanan berserat tinggi seperti roti gandum, sereal berserat tinggi, susu bebas lemak, dan satu dua potong buah segar saat sahur,” tuturnya.

Namun Manal Al Buflasa, Perawat Perawat Senior di Pusat Diabetes Dubai menekankan, penderita diabetes yang tertarik berpuasa selama Ramadan, diizinkan untuk mengakhiri puasa ketika diabetes melewati komplikasi saat puasa di siang hari.

Dia juga menyoroti fakta bahwa self-monitoring gula darah diizinkan selama berpuasa dan harus digunakan secara efektif untuk menghindari hipoglikemia.

Penulis: Alvian Khomeini
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook