Tim Eramas: Aturan Bawaslu Sumut Soal Ramadhan Bentuk Penistaan Agama

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Tim Pemenangan dan Tim Advokasi (bantuan hukum) Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Sumut nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), menolak kesepakatan sepihak yang dibuat Bawaslu Sumut.

Loading...

Kesepakatan sepihak itu terkait kampanye di Ramadhan. Tim Eramas sendiri mengaku, pihaknya tidak pernah membuat kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, Bawaslu Sumut mengeluarkan surat yang mengklaim telah bersepakat terhadap dua paslon Pilgub Sumut soal kampanye di bulan Ramadhan 1439 H.

“Bentuk kesepakatan bersama itu kami tolak karena kami tidak pernah merasa membuatnya bahkan sampai saat ini kami belum menerima surat tersebut,” tegas Wakil Ketua Tim Pemenangan Sugiat Santoso didampingi Ketua Koordinator Tim advokasi dan bantuan hukum Eramas, Adi Mansar Lubis di Posko Pemenangan Eramas, Jalan Rivai Medan Jumat (18/5/2018).

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa kesepakatan yang diklaim Bawaslu Sumut itu untuk menjaga kesucian bulan Ramadan.

“Ini keliru, tanpa Bawaslu pun kesucian Ramadan wajib dijaga umat. Apalagi Umat Muslim,” imbuh Sugiat yang juga Ketua KNPI Sumut tersebut.

Selain itu, ada beberapa kesepakatan dalam surat tersebut yang dinilai melanggar UU dan membatasi ruang gerak untuk beribadah.

Diantaranya adalah pasangan calon, tim kampanye, partai politik dan relawan dilarang menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan Ramadhan, ucapan menjalankan ibadah puasa, selamat sahur, selamat berbuka menjelang magrib, selamat nuzul Qur’an, serta ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dalam bentuk iklan di televisi, radio, media cetak dan elektronk, penyebaran jadwal imsakiyah, buku saku tuntutan ibadah Ramadan, selebaran serta brosur.

Kemudian, pasangan calon, tim kampanye, partai politik dan relawan juga dilarang menyampaikan kuliah atau ceramah selama bulan Ramadan dan Idul Fitri di tempat ibadah serta dilarang membagikan infaq, sedekah, tunjangan hari raya, bingkisan lebaran yang bertujuan kampanye.

Oleh karena itu, tegas Sugiat, aturan tersebut berlebihan dan mengada-ada. Pasalnya, penyaluran zakat, infak, sedekah, serta ceramah di rumah ibadah merupakan bagian dari dakwah.

Sugiat juga menjelaskan, banyak tim kampanye maupun relawan yang berprofesi sebagai ustazd atau dai dan sudah memiliki jadwal ceramah sepanjang Ramadhan. Hal itu seharusnya tidak bisa dilarang.

“Sila pertama dalam Pancasila itu, Ketuhanan yang Maha Esa, dan kita diberi kebabasan untuk menjalankan perintah agama dalam UU. Kenapa malah dilarang? Penyaluran infak dan sedekah seharusnya tidak menjadi otoritas Bawaslu untuk mengatur itu. Selama ini Umat Islam bebas berinfak dan bersedekah. Melarang ini berarti menyamakan infak dan sedekah sebagai money politik, itu bentuk penistaan agama dan sudah keterlaluan,” tegasnya.

Surat kesepakatan itu dibuat berdasarkan rapat koordinasi Bawaslu tanggal 14 Mei 2018. Dalam surat yang beredar tersebut dikatakan hal itu merupakan kesepakatan bersama.

Namun selaku tim pemenangan Eramas, Sugiat mengaku tidak pernah membuat kesepakatan tersebut dengan Bawaslu.

Di tempat yang sama, Ketua Kordinator Advokasi (bantuan Hukum) Eramas, Adi Mansar menyebutkan kesepakatan tersebut tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk membatasi ruang gerak seseorang.

“Apa yang dilakukan Bawaslu tidak menjaga imparsialitas Bawaslu sendiri. Ibadah dalam bentuk apapun tidak boleh dilarang. Oleh karena itu kami minta Bawaslu Sumut untuk meninjau ulang apalagi tidak semua pihak setuju dengan keputusan itu,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Tim Pemenangan Eramas, Sandri Alamsyah menyebutkan sebelumnya memang ada undangan dari Bawaslu untuk rapat koordinasi dan pihaknya telah mengirim utusan ke rapat tersebut.

Namun sampai rapat berakhir, Tim Pemenangan Eramas tidak menandatangani apapun dan meminta agar keputusan rapat disampaikan ke posko pemenangan untuk dipelajari. Namun tiba-tiba, Bawaslu Sumut telah menerbitkan keputusan dan tersebar di media sosial.

Penulis: Asmojoyo
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook