Ramadhan Dan Kopi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Oleh: Samsir Pohan

Loading...

PUBLIKA- Bulan Ramadhan, menurut saya, salah satu perannya untuk mendobrak sekat-sekat kelas manusia. Begitu juga kopi yang selalu lebur dengan air dan gula tapi tak merubah dirinya menjadi asing.

Kutipan syair lagu Scorpion, “Coz we are live under the same sun” pesannya juga begitu. Kita sama. Manusia ciptaan Tuhan yang hidup di bawah matahari yang sama, bernafas dengan udara yang sama.

Pilosofi kopi dan semangat bulan Ramadhan itu mirip. Puasa mengajarkan kita untuk meningkatkan tepa salira terhadap sesama.

Melatih diri untuk berbagi walau kita tak berkecukupan. Menekan hawa nafsu walau kita punya semuanya untuk dimakan dan dinikmati.

Puasa itu paketnya infaq dan sedekah; berbagi. Di ujung Ramadhan ada keharusan membayar zakat yang kumpulan zakat itu untuk si miskin, yatim dan orang-orang kesusahan.

Tak ada kelas dan sekat antarmanusia. Semua harus merasakan sama; kenyang dan lapar. Orang kaya harus tahan selera, miskin papa juga harus berpuasa.

Mari kita pandangi warung kopi, tak ada sekat di sana, semua sama. Tak ada kelas khusus dalam warung kopi, karena di hadapan segelas kopi, semua manusia sama. (*)

Penulis adalah peminat kopi dan sastra

Loading...

Komentar Facebook