4 Tahun Miras Oplosan Renggut 500 Nyawa, DPP Pemuda Perindo: Publik jangan Abai

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Pemuda Perindo meminta publik lebih aktif dan peduli terhadap meningkatnya kasus kematian warga akibat miras oplosan, hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra baru-baru ini. Menurut Effendi kasus ini perlu perhatikan serius mengingat korbannya adalah generasi muda.

Loading...

“Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Kami mengutuk dengan keras minuman oplosan ini. Secara tegas harus diberantas, jumlah korban sudah sangat banyak, apalagi ini banyak kaum muda,” ujar Effendi.

Sebagai informasi, miras oplosan telah merenggut 300 nyawa sejak 2008 hingga 2013, kemudian meningkat dari tahun 2014 hingga 2028 dengan total korban mencapai 500 orang.

Terbaru kasus miras oplosan yang sempat menggemparkan tanah air adalah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang merenggut 45 orang jiwa, utamanya mereka yang tewas adalah remaja di usia tanggung. Kasus ini pun dianggap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menurut Effendi, dibutuhkan kerjasama pemerintah dan aparat terkait melalui keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) guna menegaskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Larangan Miras dan penjualan minuman keras tanpa izin tertentu.

“Perlu ketegasan penerapan Perda soal Miras ini, Sehingga ke depannya memungkinkan bagi pihak berwajib untuk melakukan tindakan bilamana ada hal-hal terkait dengan kegiatan ini,” ujar Effendi.

Penulis: Bim Harahap
Editor: Bim Harahap

Loading...

Komentar Facebook