Puluhan Pengacara KAHMI Dampingi Dosen USU Tersangka Ujaran Kebencian

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Sebanyak 28 advokat/pengacara telah disiapkan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Medan untuk mendampingi dosen Universitas Sumatera Utara (USU) yakni Himma Dewiyana Lubis yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Loading...

Tim hukum yang notabenenya adalah para alumni USU ini akan melakukan pembelaan terhadap HDL terkait kasus yang disangkakan kepadanya. Langkah awal yang dilakukan oleh tim hukum adalah meminta penangguhan penahanan terhadap Himma.

“Hari ini kita akan melakukan pengajuan penangguhan penahanan, ibu Himma Dewiyana Lubis itu mengidap penyakit Vertigo. Itu sebabnya dia pingsan saat paparan kasus di Mapolda Sumut,” kata Sekertaris KAHMI Medan Chairul Munadi kepada wartawan, Selasa (22/5/2018).

Dia menjelaskan, saat ini tim kuasa hukum sudah mempersiapkan segala keperluan berkas untuk pengajuan penahanan. Salah satunya adalah rekam medis Himma, sebagai pertimbangan pengajuan penangguhan penahanan.

Selain itu, kata dia, hal yang menjadi pertimbangan bahwa penahanan Himma harus ditangguhkan adalah, Himma kooperatif dalam pemeriksaan dan juga dia merupakan tulang punggung keluarga.

“Anak dan orang tua Himma Dewiyana Lubis sangat tergantung kepadanya. Dan Himma Dewiyana Lubis sangat kooperatif saat diperiksa. Pengajuan penangguhan penahanan itu hak beliau,” tambahnya.

Di tempat yang sama, pengurus Romo Centre, Tosim Gurning menilai unggahan status Himma di media sosial tersebut tidak termasuk ujaran kebencian.

“Di status facebooknya, Himma Dewiyana Lubis tidak menyebut bom. Kita sangat sayangkan kepolisian dalam narasi rilisnya menulis bahwa Himma Dewiyana Lubis menulis soal bom,” ujarnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut menangkap oknum PNS yang bekerja sebagai dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU) Himma di rumahnya Jalan Melinjo II Komp Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan pada hari Sabtu, (19/5/2018).

Himma ditangkap karena mengunggah status di facebooknya yang diduga melakukan ujaran kebencian. Dia menulis “Skenario pengalihan yang sempurna… #2019GantiPresiden” pada dinding facebooknya.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook