HMI Sumut: Tak Ada Nuansa Ujaran Kebencian, Penangkapan Dosen USU Berlebihan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut menilai bahwa penangkapan dosen yang mengajar di Universitas Sumatera Utara (USU), Himma Dewiana Lubis oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, berlebihan.

Loading...

“Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara menganggap dalam postingan di facebook himma dengan kalimat ‘Skenario pengalihan yang sempurna… #2019gantipresiden’ tidaklah dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian,” kata Ketua Badko HMI Sumut, Septian Fujiansyah Chaniago, Rabu (23/5/2018).

Badko HMI Sumut telah mendalami, tidak ada sedikit pun unsur ujaran kebencian dalam postingan dosen USU yang berusia 46 tahun itu.

“Karena dalam postingan tersebut memang tidak ada nuansa ujaran kebenciannya. Apalagi jika mau dikaitkan dengan peristiwa bom surabaya seperti pemberitaan yang beredar saat ini. Jelas dalam postingan tersebut tidak ada menyinggung soal bom,” jelas Septian.

Malah, Badko HMI Sumut melihat bahwa apa yang diungkapkan oleh Himma merupakan pendapat atau kritik terhadap pemerintah.

“Jika dicermati lebih jauh postingan tersebut sebenarnya lebih mengarah kepada pendapat ataupun kritik terhadap pemerintah. Hal tersebut sangatlah biasa, selain merupakan konsekuensi dalam berdemokrasi juga merupakan hak konstitusional warga negara,” ungkap Septian.

Oleh karenanya, Badko HMI Sumut meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk menyudahi kasus tersebut dan menyarankan Kapolda untuk lebih fokus dalam agenda pengawalan Kamtibmas sepanjang bulan Ramadhan, serta menuju Pilgubsu 27 juni mendatang.

Penulis: Asmojoyo
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook