Ini Hukuman Pelaku Terbukti Memperdagangkan Organ Satwa Dilindungi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Publika- Dinilai terbukti memperdagangkan kulit harimau dan kuku beruang, M Ilyas, dijatuhi pidana penjara dua tahun pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/5)

Loading...

Pada amar putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, M Ilyas, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 40 ayat (2) UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pindana penjara selama dua tahun dan membayar denda Rp50 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar harus diganti dengan dua bulan kurungan,” kata Riana Pohan membacakan putusan.

Untuk diketahui, putusan hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kristina Lumbanraja yang sebelumnya menuntut Ilyas dijatuhi hukuman tigq tahun penjara dan membayar denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.

Ilyas menyatakan menerima putusan tersebut, sementara JPU Kristina Lumbanraja menyatakan masih pikir-pikir. “Kami laporkan dulu ke atasan,” katanya usai sidang.

Sebelumnya, Ilyas ditangkap di rumahnya di Jalan Veteran Gang Jasmine, Pasar IV Dusun 7 Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang, pada 29 Januari 2018. Penangkapan itu berawal dari adanya informasi mengenai perdagangan bagian-bagian satwa dilindungi, berupa kulit harimau dan kuku beruang, di media sosial Facebook.

Personel Polisi Kehutanan dari Kantor Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, kemudian berpura-pura jadi pembeli. Operasi itu membuahkan hasil. Ilyas pun diringkus.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa benda yang terbuat bagian tubuh harimau, beruang, dan macan. Benda yang diamankan di antaranya tas, dompet, dan ikat pinggang dari kulit harimau; kalung dari kuku beruang, kulit harimau dan lainnya.(syukri amal)

Loading...

Komentar Facebook