Aktivis HMI: Tersangkakan Dosen USU, Bukti Polda Sumut Tidak Profesional

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Penetapan tersangka terhadap Himma Dewiyana Lubis (46) seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) karena menulis status di akun Facebook miliknya yang dituding terkait peristiwa bom surabaya, mendapat kritik dari berbagai pihak.

Loading...

Salah satunya datang dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HmI), M. Alwi Hasbi Silalahi. Hasbi menilai langkah Polda Sumut terkesan berlebihan dan lebai.

“Kita menilai langkah Polda Sumut menetapkan tersangka terhadap salah satu alumni Hmi yang juga dosen di USU itu sangat berlebihan dan terkesan lebai. Pasalnya apa yang ditulis oleh ibu himma itu jelas tidak terdapat satu hal yang mengindikasikan terkait peristiwa bom surabaya,” kata Hasbi kepada wartawan, Sabtu (26/5/2018).

Dia menjelaskan, setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya dalam bentuk apapun, dan hal itu dijamin oleh Undang-undang. Apalagi, lanjutnya, status itu tidak diarahkan dan sebutkan pada salah satu peristiwa.

“Menyampaikan pendapat itu kan hak warga negara, dan itu hak konstitusi. Lagi pula tidak ada yang dirugikan dari statusnya tersebut. Seharusnya pihak kepolisian bisa mengambil langkah bijak dan profesional dalam kasus tersebut. Apalagi ibu himma ini tidak terkait apapun dengan partai politik apalagi kelompok terlarang lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, tim hukum KAHMI Medan yang merupakan kuasa hukum Himma Dewiyana Lubis telah melakukan konferen pers bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Wilayah Sumut. Dalam konferensi pers tersebut, tim hukum mengungkap beberapa kejanggalan dalam proses hukum, mulai dari pemeriksaan sampai pada penetapan tersangka himma.

“Kita mempertanyakan mengapa penetapan tersangka kepada ibu himma terkesan terburu-buru. Dengan latar belakang ibu himma sebagai dosen yang berprestasi, tidak punya keterkaitan dengan salah satu partai politik atau kelompok radikal manapun. Sementara diluar sana banyak kasus yang serupa, tapi tidak seperti apa yang terjadi pada ibu himma ini,” ungkap Sekertaris Umum KAHMI Medan Chairul Munadi pada Kamis, (24/5).

Perlu diketahui sebelumnya, Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut menangkap Himmah di rumahnya Jalan Melinjo II Komp Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan pada hari Sabtu, (19/5/2018).

Himma ditangkap karena mengunggah status di facebooknya yang diduga melakukan ujaran kebencian. Dia menulis “Skenario pengalihan yang sempurna… #2019GantiPresiden” pada dinding facebooknya.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook