Pertina Medan: Muskot Versi Caretaker tidak Sah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Publika- Kepengurusan Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Medan mempersoalkan adanya musyawarah kota (Muskot)  tandingan yang digelar pihak yang mengaku sebagai caretaker Pertina Medan. Hal itu dinilai ilegal lantaran Pertina Medan sudah mengangkat Budiman sebagai ketua Pertina Medan lewat Muskot 14 Mei lalu.

Loading...

Menanggapi hal tersebut, 15 sasana tinju se-Kota Medan memberikan pernyataan sikap pada konferensi pers, Jumat (25/5) malam lalu di Medan. Ada lima poin penting pernyataan yang dibacakan Ketua Harian Pertina Medan, Maruli Lumban Tobing.

Didampingi David Hutabarat, Tonggo Sibarani, Firman Pangeran, Sadarmawati Simbolon, Abdul Hadi, dan Garden Tampubolon, Maruli mengatakan pihaknya menolak  pelaksanaan Muskot Pertina Medan yang dilaksanakan caretaker pada 23 Mei lalu yang dinilai hanya rekayasa.

Apa lagi sebutnya, setahun belakangan kepengurusan Pertina Medan telah diambil alih oleh seseorang terkait beberapa keputusan maupun program. Begitu juga pengelolaan dana dari KONI Medan dilakukan tanpa diketahui ketua yang sah.

“Jadi kami telah membuat surat penolakan terhadap SK Pengprov Pertina Sumut tentang pengangkatan caretaker yang tidak sah, sebab sebelum berakhirnya masa bhakti Pengkot Pertina Medan pada 29 April 2018, panitia Muskot Pertina Medan telah terbentuk tanggal 23 April 2018,” sambung Maruli.

Pihaknya pun menganggap Muskot versi caretaker tidak sah. “Pelaksanaan Muskot versi caretaker ‘jadi-jadian”. Pengprov Pertina Sumut kami duga tidak memenuhi kuorum dan tidak sah sebab 15 sasana sebelumnya telah menghadiri Muskot yang sah pada 14 Mei 2018, ditambah dua sasana yang abstain yaitu sasana Ahas dan Satria,” jelasnya.

Sekretaris Pertina Medan, Abdul Hadi menambahkan, pernyataan sikap tersebut dibuat utuk meluruskan dan menegakkan marwah organisasi Pertina Medan dan sasana-sasana tinju se-Kota Medan. “Kami mohon agar semua pihak dapat menilai secara objektif dan mendukung kepengurusan yang sah di bawah pimpinan Sdr Budiman,” katanya.

Pihaknya juga telah melakukan upaya hukum. “Perlu kami tegaskan, kami juga telah menyerahkan kepada tim Hukum Pertina Medan di bawah koordinasi Musa Panggabean SH MH akan melakukan upaya hukum baik pidana maupun perdata terhadap pihak-pihak yang mencoba memecah belah atau mengacaukan Pertina Medan,” pungkas Hadi.

Sebelumnya Ketua Pertina Sumut Romein Manalu pada Muskot 23 April lalu mengatakan, jika masa kepengurusan Pertina Medan periode 2015-2018 sudah berakhir. Maka untuk mengisi kekosongan pengurus maka Pertina Sumut menunjuk Ketua carateker Pertina Medan, sekretaris, dan anggota untuk pelaksanaan muskot.(syukri amal)

Loading...

Komentar Facebook