Lengkong Berbahan Formalin Beredar Di Sumut, Pengawasan BPOM Lemah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA- Pengungkapan kasus pabrik yang memproduksi lengkong dengan bahan formalin di Desa Blangkahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat membuat masyarakat resah.

Loading...

Pasalnya usai penggerebekan, diketahui bahwa lengkong berbahan formalin tersebut telah didistribusikan ke Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, dan Kabupaten Deliserdang.

Kasus tersebut menjadi satu masalah pangan baru bagi Sumatera Utara, demikian disampaikan Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut Fadly Abdina, Senin (28/5/2018).

“Persoalan pangan tidak hanya pada ketahanan/kecukupan pangan semata akan tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana pangan yang diterima oleh masyarakat merupakan pangan yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya kepada Publika

Oleh karena itu, Fadly berharap pemerintah melalui BPOM melakukan sosialisasi kepada para pelaku industri makanan dalam hal penetapan persyaratan penggunaan bahan tambahan (zat aditif) tertentu untk bahan makanan dan penetapan pedoman peredaran obat dan makanan (Kepres No.103 thn 2001).

“Serta BPOM Sumut dapat melakukan pemantapan pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu yang ditetapkan Kepala BPOM,” harapnya.

Selain itu, lanjut Fadly, pemerintah harus menjalin kerja sama dengan masyarakat untuk memperkuat fungsi pengawasannya.

“Terakhir dalam hal pengawasan keamanan makan, pemerintah tidak dapat melakukannya sendiri, perlu adanya kebersamaan dari stakeholders terkait dan masyarakat untk mengawasi setiap industri makanan yang ada di daerah masing-masing,” tandasnya.

Penulis: Asmojoyo
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook