Unggul Di Berbagai Polling Dan Survei, Penggiat Pemilu: Eramas Jauh Lebih Familiar

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Hasil polling terbuka Pilgub Sumut yang digelar Publika.co.id di halaman Facebook Publika.co.id selama satu bulan yang dimulai sejak tanggal 30 April dan di tutup pada tanggal 30 Mei 2018, menempatkan Pasangan Calon Gubernur Sumut yakni Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus (Djoss) jauh tertinggal dibanding lawannya Edy Rahmayadi -Musa Rajekshah (Eramas).

Loading...

Hal itu berdasarkan persentase pilihan yang diberikan oleh 2.073 akun facebook yang terlibat dalam polling ini kepada masing-masing pasangan calon.

Dari Polling yang ditutup pada tanggal 30 Mei 2018 tersebut, Dimana publik dengan sistem satu akun satu pilihan itu memberikan pilihan kepada Pasangan Eramas (Edy – Ijeck) sebanyak 83% dan Pasangan Djos (Djarot – Sihar) 17% suara. Begitu juga dengan berbagai polling lainnya dan survei yang dilakukan lembaga-lembaga, Eramas selalu mengungguli Djoss.

Menanggapi hal tersebut, penggiat pemilu Sumut, Muhammad Akbar Siregar berpendapat jika hasil polling yang dilakukan oleh Publika menunjukan Eramas berhasil memikat hati para pemilih khususnya pemilih potensial (pemilih pemula).

“Hal ini menunjukan bahwa pasangan Eramas mendapat lebih banyak penerimaan dari publik. Selain itu, kinerja tim dalam mensosialisasikan sosok pasangan nomor urut 1 sangat baik, sehingga masyarakat Sumut khususnya pengguna medsos facebook dapat mengenal calon dengan baik. Mereka sudah pada titik Gas Pool,” kata ketua Indonesia Voter Initiative for Democracy (IVID) Sumatera Utara itu kepada Publika.co.id Kamis, (31/5/2018).

Dia menilai, dengan pembawaan dan semangat muda yang terdapat pada gerak Edy – Ijeck membuat ketertarikan sendiri kepada calon pemilih pemula. Selain itu, rasa optimis yang terpatri pada jargon atau slogan “Sumut Bermartabat” juga menjadi magnet bagi pemilih menentukan pilihannya.

“Gestur pada pasangan Edy – Ijeck mungkin menjadi salah satu pemicu ketertarikan kaum muda. Kemudian dalam slogan ‘Sumut Bermartabat’ ini juga terdapat semangat dan optimistis tinggi ditengah kondisi dan situasi yang ada,” ujarnya.

Sementara untuk pasangan Djoss (Djarot – Sihar), dia berpendapat jika tim pemenangan masih belum maksimal dalam mengenalkan pasangan calonnya. Terbukti dengan raihan 17% dalam polling tersebut.

“Dari hasil polling ini kita bisa menilai jika tim dari djoss mungkin tidak maksimal dalam mengenalkan calonnya. Kita tidak tahu apakah memang timnya tidak memfokuskan metode melalui medsos, kita tidak tahu. Tapi sejauh ini kita melihat bahwa mereka tidak fokus disitu (medsos),” tambahnya.

Meskipun hasil polling bukan menjadi sebuah kepastian hasil pemilu, lanjutnya, namun hal ini penting untuk menjadi koreksi bagi masing-masing pasangan calon. Apalagi saat ini pemilih pemula itu adalah pemilih potensial, dan mereka banyak beraktifitas di media sosial.

Dia berharap siapapun yang akan menang dalam pemilu nanti, harapannya menjaga nilai-nilai demokrasi yang menghasilkan pemilu secara jujur dan adil harus menjadi tanggung jawab bersama.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook