Asa Kebangkitan Film Sumut Menggantung di Film HAS

Launching Soundtrack, Haji Asrama Masuk Babak Baru

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Selama ini kita kerap berandai-andai perfilman Sumut dapat bangkit, sebuah pengharapan yang lama tak dibuktikan, padahal banyak pelaku perfilman nasional saat ini yang sukses mulai dari Sutradara, penulis naskah hingga aktor berasal dari Sumatera Utara.

Loading...

Bahkan sejarah membuktikan, di era 50-an hingga 80-an, perfilman Sumut pernah berjaya dan sangat diperhitungkan di tanah air. Seperti pernah diungkapkan oleh Pegiat Film Sihar Emiry pada tahun 2017 dan dimuat oleh medanbisnisdaily.com, pada masa-masa50-an dan 80-an, banyak film hebat bermunculan dari Sumut, bahkan diantaranya menggunakan rumah produksi lokal. Diantaranya Film Musikal Tandjung Katung (1957), Sungai Ular (1961), A Sing Sing So (1963), Butet (1974), Buaya Deli (1978), Sigura-gura (1980) dan puluhan film lainya. Bahkan film Setulus Hatimu dibintangi wartawan Medan Tanty Yosefa berhasil merebut gelar aktris terbaik FFI 1975. Bahkan Film Turang (Rentjong Film) berhasil meraih Piala Citra Piala Citra di FFI ke-2 tahun 1960 untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Pembantu Pria Terbaik, dan Tata Artistik Terbaik

Wajar rasanya Sumut optimis film lokal dapat kembali unjuk gigi. Apalagi 3 tahun terakhir ada seorang sineas nekat asal Sumut, Onny Kresnawan telah menabuh genderang permulaan bangkitnya film lokal lewat sebuah drama religi berjudul Haji Asrama. Keberanaian Onny dan Kawan-kawan ini menghidupkan lagi keyakinan itu, dan kabar baik pun datang pada Akhir Mei 2018, Video Klip Original Soundtrack Haji Asrama dengan judul Hati dan Jiwa resmi di-launching.

Suasana Launching Original Soundtrack film Haji Asrama di Garuda Plaza Hotel (Foto: ist)

Ajang launching yang digelar di Garuda Plaza Hotel  ini sekaligus menjadi penanda keseriusan Onny dan Kawan-kawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Wan Hidayati yang datang pada saat launching mengapresiasi usaha Onny ini. Bahkan ia berkomitmen terus menghimpun dukungan agar film Haji Asrama dapat segera terwujud.

“Saya sangat mengapresiasi kreasi muda dan semangat dari Bang Onny (sutradara, red). Film HAS merupakan semangat baru di tahun 2018. Mari sama-sama kita menyatukan hati dan jiwa kita untuk kemajuan film, kesenian dan kebudayaan di Sumatera Utara,” kata Wan Hidayati

Menurut Wan Hidayati,  kehadiran banyak undangan di acara tersebut menunjukkan rasa bangga yang cukup dalam atas kehadiran Fim HAS sebagai film lokal. “Kita datang kemari dengan hati yang benar-benar iklas. Kita semua sangat bangga. Saya yakin semua ingin bergabung menjadi tim. Ketika kita melihat fim ini, kita sangat ingin bergabung. Di bulan Ramadhan ini, lagu OST Film HAS di-launching. Kita ambil hikmahnya dengan harapan film ini menjadi tuan rumah di Sumut,” kata Wan Hidayati, yang juga General Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT) ini.

Heru Sinar tampil Live membawakan Soundtrack Film Haji Asrama (Foto: Ist)

Sutradara Film HAS, Onny Kresnawan, pada kesempatan tersebut juga menjelaskan proses di balik lahirnya ide Film HAS. “Prosesnya terlalu panjang. Ini sudah kita rancang sejak 3 tahun lalu. Kemudian kita bersama-sama meramunya. Proses pendanaan juga masih terus kita jajaki. Namanya juga komunitas, punya mimpi besar tapi minim budget,” ujarnya.

Dikatakannya, moment Ramadhan ini seharusnya sudah produksi sehingga bisa selesai saat Lebaran Haji 2018. Tapi teryata ada hikmah di balik itu. “Ketika produksi tidak jadi, ternyata kita diberi petunjuk untuk membuat lagu ini. Sampai akhirnya kita ketemu dengan Heru Sinar yang menciptakan lagu ini. Ibu Kadisbudpar Sumut, kami mengapreasiasi luar biasa karena sudah mau “memeluk” film ini, dengan harapan film ini bisa mendapat hati di banyak orang,” kata Onny yang juga Koordinator Komite Film Dewan Kesenian Sumatera Utara ini.

Onny menjelaskan, video klip berdurasi 3 menit 42 detik tersebut mengambil setting di Pulau Paropo, salah satu lokasi wisata ikonik Danau Toba di perbatasan Desa Paropo dan Desa Silalahi III, Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumut.

Heru Sinar, sang pencipta lagu yang pada kesempatan launching tersebut tampil secara live membawakan OST Hati dan Jiwa, mengatakan, bangga bisa terlibat dan dipercaya untuk mengisi lagu utama Film HAS.

“Saya melihat ini film bagus karena semangatnya mengangkat film Sumut. Disitu saya terpanggil. Begitu cepat prosesnya memang. Empat hari setelah saya bertemua Bang Onny, kita langsung putuskan memilih lagu,” katanya.

 

Editor: Bim Harahap

Loading...

Komentar Facebook