Di Medan Ada Tim Gabungan Pemantau Asmara Subuh

Muda mudi Dihimbau Untuk Tidak Melakukan Asmara Subuh

PUBLIKA.CO.ID – Guna meningkatkan Kamtibmas selama ramadhan di Kota Medan, sejumlah tim gabungan dibentuk untuk memantau aktivitas muda-mudi setelah waktu sahur, karena pada waktu tersebut banyak terdapat muda-mudi yang berkonvoi atau berkumpul di beberapa titik di Kota Medan. Aktivias ini kerap meresahkan masyarakat dan rawan terjadi kejahatan jalanan dan pelanggaran lalu lintas.

Loading...

Pantauan Publika pada beberapa hari ini seperti di kawasan jalan gagak hitam Ringroad, kecamatan Medan Sunggal, Pengamanan dan razia asmara subuh ini digelar oleh tim gabungan yang terdiri dari Pemko Medan, Polrestabes Medan, Kodim 02/01 BS, Denpom I/5 Medan, Yonmarhanlan I/Belawan, dan Lanud Soewondo Medan.

Baca juga:  Tawuran Mahasiswa Nommensen Medan, 1 Orang Tewas

Kanit Lantas Polsek Medan Sunggal, Iptu Syahri Ramadhan SH, mengatakan, razia asmara subuh kali ini sama dengan razia sebelumya, fokus kita adalah terhadap pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm dan tidak memiliki surat kendaraan,”  katanya.

Apalagi menurut Iptu Syahri, lokasi jalan Gagak Hitam ini kerap dijadikan tempat berkumpulnya muda – mudi melakukan aktifitas asmara subuh dengan berkonvoi menggunakan sepeda motornya.

Baca juga:  Terpidana Kasus Korupsi Alkes Binjai Serahkan Rp 4,7 Miliar ke Kejari

“Kami terus menghimbau agar para muda – mudi tidak melakukan aktifitas asmara subuh. lebih baik melakukan kegiatan yang positif ketimbang harus berkumpul usai shalat subuh”, ungkapnya.

Selain menahan sepeda Motor, Tim Pemantau Asmara Subuh juga memeriksa setiap kendaraan yang melintasi jalan Gagak Hitam/ Ringroad baik itu Mobil Pribadi maupun truk. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya tindak kriminal yaitu penyelendupan narkoba, sebab jalan ring road merupakan jalan lintas antar provinsi.

Pada razia Sabtu (2/6) Aparat Kepolisian mengamankan 4 unit sepeda motor yang tidak memiliki Surat Kendaraan, menilang STNK sebanyak 5 buah serta SIM sebanyak 3 buah.

Baca juga:  HMI Sindir Walikota Siantar

Dijelaskan Iptu Syahri, Untuk kendaraan yang ditahan, oleh tim pengendara diminta untuk datang ke Polsek Medan Sunggal dengan membawa surat – surat kendaraan. Kemudian untuk STNK dan SIM yang ditilang pengendara diminta untuk mengikuti sidang dan membayar denda sesuai dengan kesalahannya.

 

Penulis: Kartik Byma

Editor : Bim Harahap

Loading...

Komentar Facebook