Hoax Beredar Jelang Pencoblosan, KPK Tegaskan Tidak Pernah Memproses Calon Kepala Daerah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Beredar kabar melalui jejaring Whatsapp file yang mencantumkan nama 18 kepala daerah yang terlibat kasus korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung membantah tidak pernah mengeluarkan daftar 18 nama Kepala Daerah ke publik dalam bentuk file pdf.

Loading...

Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menegaskan, KPK tidak pernah menyebarkan informasi melalui surat berlogo KPK yang berisi 18 kepala daerah yang disebut terlibat kasus korupsi.

“Kami pastikan dokumen yang beredar itu tidak benar. KPK tidak pernah memproses seseorang yang menjadi calon kepala daerah, hal tersebut sudah kami tegaskan. Karena Undang-undang mengatur kewenangan KPK dalam melakukan proses terhadap penyelenggara negara,” kata Febri saat dikonfirmasi Publika, Senin (4/6/2018).

Febri menjelaskan, jika KPK melakukan proses penyidikan dan ada tersangka, maka hal tersebut akan diumumkan ke publik melalui konferensi pers. Bukan dengan dokumen pdf.

“Tentunya jika kita melakukan penyidikan dan terdapat tersangka, tentu akan kita umumkan secara resmi dengan konferensi pers. Kami pastikan dokumen yang beredar itu tidak benar. Hati-hati dengan informasi palsu yang disebar,” ungkapnya.

Febri menambahkan, KPK sebelumnya telah memproses lebih dari 100 kasus kepala daerah. Tak dipungkiri, ada sebagian yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala daerah kembali.

“Namun hal tersebut , seperti yang sudah ditegaskan sebelumnya, dilakukan hanya dalam koridor hukum,” tegas Febri.

Sebelumnya, beredar melalui media sosial Whatsapp dokumen dalam format file PDF. Dokumen itu terdiri dari dua halaman yang mencantumkan 18 nama calon kepala daerah Pilkada Serentak 2018.

Penulis: Muklis
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook