Rela Antri Demi Bubur Legendaris Khas Melayu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Setiap memasuki bulan Ramadhan, Masjid Raya Al-Mashun Medan memiliki tradisi memasak bubur khas melayu, tradisi yang sudah berjalan sejak puluhan tahun ini menjadi keunikan tersendiri saat berbuka puasa di Masjid Raya kebanggan masyarakat Sumatera Utara ini.

Loading...

Menariknya, pihak Masjid tidak hanya menyediakan bubur untuk jamaah, namun juga untuk warga sekitar yang ingin menikmati. Sekitar 1000 porsi akan disiapkan hingga hari 27 Ramadhan.

“Ada dua bagian dalam pembagian bubur ini, jam setengah 4 akan ada pembagian takjil untuk dibawa pulang, tapi terlebih dahulu kita sudah siapkan untuk yang berbuka di mesjid, sisa dari itu boleh di bawa pulang”, ujar Hamdan, Koordinator pengaadaan takjil Ramadhan di Masjid Raya Al Mashun. Minggu (3/6).

Kata Hamdan, sehari rata-rata ada 400-500 porsi yang disiapkan untuk berbuka di Masjid, selebihnya itu yang dibagi-bagikan kepada warga yang datang.

Hidangan Berbuka Khas Masjid Raya Al Mashun Medan Foto: Rozi/Publika

Pantauan Publika setiap sore Masjid ini selalu ramai didatangi warga, masing-masing membawa wadah sendiri untuk membawa pulang bubur khas Kesultanan Deli ini. Antrian warga ini menjadi pemandangan menarik dan selalu berjalan tertib

“Bubur ini sangat legendaris, rasanya tidak lengkap ramadhan tanpa menikmati bubur Masjid Raya Al-Mashun. Ini juga sudah tradisi bagi keluarga kami datang menikmati menu santap berbuka bubur Masjid,” Ujar Faisal, salah seorang warga sekitar Masjid yang ikut antri. (Rozy)

Dalam proses pembuatan bubur sup Melayu, para juru masak sudah bersiap sejak pagi. Mereka mulai memotong sayur mayur, daging dan mencuci beras. Pada saat usai salat Zuhur, jelanga mulai dipanaskan.

Reporter: Rozi

Loading...

Komentar Facebook