Selompok Pemuda di Kecamatan Natal Ini Bangun Industri Kreatif Dari Barang Bekas

Didik Pelajar SMA Sebagai Bekal Keterampilan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Sekelompok pemuda di Kecamatan Natal memilih membangun industri kreatif sebagai wadah beraktivitas dan mengembangkan keterampilan, mereka menyebutnya rumah produksi karya seni, Sebuah bangunan sederhana yang terletak di Pasar III Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal pun disulap menjadi galeri sekaligus bengkel kerja.

Loading...

Publika menyambangi Rumah Produksi Karya Seni pada Minggu (3/6). Tampak sejumlah pemuda sedang melaksanakan aktivitas sesuai kemahiran masing-masing. Diantaranya membuat rumah-rumahan dari stik eskrim atau bambu, membuat souvernir dari kerang, kapal mini dari kayu, miniatur vespa dari batok kelapa hingga lampu hias dari bambu.

Menariknya para pemuda ini menjadikan rumah produksi milik mereka sebagai bengkel pelatihan bagi pemuda-pemuda lain yang ingin memiliki keterampilan, masing-maising bidang akan dilatih oleh satu pengrajin yang telah mahir.

Kegiatan di Rumah Produksi Kreatif Pemuda Natal Kecamatan Natal (Foto: Ist)

Menurut Ridnal Andris, Salah satu Inisiator sekigus pengrajin, ada potensi besar pada masyarakat pesisir di Kecamatan Natal terutama dalam bidang kreativitas karya seni, menurutnya jiwa seni itu telah melekat secara turun temurun kepada setiap generasi di pesisir Natal. Untuk itu dirinya bersama pemuda lain mencoba membuat pusat aktivitas kegitan kreatif sekaligus tempat pelatihan.

Selain itu, banyak bahan-bahan alam yang terdapat di wilayah pesisir ini, seperti kayu bekas, batok kelapa dan kerang-kerang unik aneka warna dengan jumlah yang sangat banyak.

“Saya sengaja memanfaatkan bahan alam, terutama batok kelapa, karna sebagai pengrajin miniatur seperti vespa saya memanfaatkan batok kelapa, di sini banyak sekali pohon kelapa, tapi tidak dimaksimalkan,” ujar Pian, inisiator dan pengrajin miniatur kendaraan.

tahap awal pembuatan kerajinan berupa miniatur kapal dan vespa (Foto: Ist)

Sementara untuk pemasaran hingga saat ini masih sebatas tingkat lokal, namun tidak tertutup kemungkinan untuk dijual ke luar daerah. Selain itu pada lebaran idul Fitri mendatang para pengrajin rumah produksi akan mengelar bazar seluruh hasil karya seni yang telah selesai dikerjakan.

“Sejauh ini pemasaran masih bersifat dalam daerah, namun kami sedang berupaya mencari model penjualan dan pemasaran yang efektif ke pasaran, misalnya dengan sosial media, namun ini masih dalam tahap pengembangan karena fokus terlebih dahulu pada pelatihan anggota,” ujar Shohandra Wira, Inisator lain Rumah Produksi lainnya.

Kegiatan para pemuda kreatif ini juga mendapat dukungan penuh dari Camat Kecamatan Natal, Yuri Andi. Beberpaa kali Camat datang berkunjung berdiskusi perkembangan rumah produksi. Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif pasalnya para pemuda ini juga menarget pelajar SMA sebagai anggota kelompok untuk dilatih, sehingga para pelajar ini memiliki bekal keterampilan untuk masa yang akan datang.

Reporter: Muflich Noerhadi Ray

Loading...

Komentar Facebook