Menurut Djanur, Ini Biang Kerok Kekalahan PSMS dari Persib

Faktor Kelelahan juga Jadi Pemain Kekalahanl

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

 PUBLIKA.CO.ID- Kekalahan PSMS 0-3 atas Persib Bandung di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/6) malam, kata Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman mungkin tidak akan terjadi jika bek Reinaldo Lobo tidak keluar lapangan memperbaiki tali sepatunya yang lepas.

Loading...

Pasalnya, gol pertama tim berjuluk Maung Bandung pada laga El Clasico Indonesia yang dilesakkan Ezechiel N’Douassel menit 21 tercipta setelah tidak ada pemain yang mengawal pergerakan top skorer sementara Liga 1 musim 2018 tersebut setelah Lobo keluar lapangan memperbaiki tali sepatunya. Apa lagi, keluarnya Lobo justru terjadi di saat genting yakni ketika Persib mendapatkan hadiah tendangan penjuru.

“Ada satu kesalahan di awal ketika Lobo keluar karena ada masalah (sepatu). Kemudian skenario yang disiapkan saat latihan buyar, Ezechiel ditinggal (oleh Lobo),” kata Djadjang usai pertandingan.

Sejak gol pertama Persib tercipta, mental tim berjuluk Ayam Kinantan langsung ambruk. “Semenjak itu (gol Persib) hancur permainan kita. Semuanya (pemain PSMS) seperti tidak percaya diri, main terburu-buru dan akhirnya kami sangat tidak berkembang,” ujar pria yang biasa disapa Djanur itu.

Sempat mengimbangi permainan Persib hingga menit 17, Djanur menyebut selanjutnya tim besutannya tampil di bawah performa semestinya. ‘Pemain semua salah karena bermain di bawah form pada malam hari ini,” ucap eks pelatih Persib Bandung itu.

Tidak itu saja, faktor kelelahan usai tur tandang ke Borneo FC di laga sebelumnya disinyalir menjadi penyebab lain PSMS mengalami kekalahan keduanya di hadapan publik pendukung. Selain itu, Djanur mengakui, pemilihan beberapa pemain yang turun sebagai starter juga nyatanya tidak tampil sesuai harapan.

“Kelelahan itu terjadi malam ini, kita tampil sangat buruk, tidak ada power, tidak ada apa-apa. Menit 17 kita mengimbangi, namun selanjutnya down secara mental. Tapi kebugaran fisik sangat berpengaruh pada pertandingan ini,” bebernya.

Buruknya performa kiper Dhika Bayangkara juga menambah daftar evaluasi PSMS jelang sebulan jeda kompetisi menyambut libur Idul Fitri dan pilkada serentak. “Kalau tidak salah Dhika juga kebobolan sebanyak 24 gol. Tapi apa boleh buat, kita jalani sisa pertandingan ini. Rohim (kiper PSMS Abdul Rohim) juga belum pulih,” paparnya.

Soal gelandang asing PSMS, Dilshod Sharofetdinov yang sebelumnya diyakini bisa tampil di laga tersebut, Djadjang mengaku setelah dipantau ternyata masih belum bisa diturunkan. “Dilshod pada saat latihan, gerakan-gerakan eksplosif dia tidak bisa, terpaksa dia tidak bermain,” ungkapnya.

Sementara pemain PSMS, Firzha Andika memohon maaf kepada publik pendukung lantaran timnya kalah. “Kami minta maaf kepada suporter, masyarakat Medan karena kami bermain buruk malam ini,” ujarnya.

Selain itu diakuinya, dia cukup kelelahan di pertandingan tersebut setelah sebelumnya juga tampil penuh saat membela timnas U-23 sebelumnya. “Kelelahan juga ya, karena di timnas main penuh makanya main buruk malam ini,” kata dia.

Kekalahan tersebut membuat PSMS harus turun ke ke posisi 12 klasemen sementara Liga 1 mengoleksi 15 poin, sedangkan Persib naik ke posisi kelima dengan 18 poin.(syukri amal)

Loading...

Komentar Facebook