Terlambat Urus BPJS, Susanti Kesulitan Biaya Perobatan Anak

Rumah Sakit Akan Beri Diskon

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Susanti  kebingungan mencari biaya perobatan anaknya Vianka, bayi berusia 11 bulan yang mengalami sesak nafas dan di rawat di RS Royal Prima, Jalan Ayahanda, Kecamatan Medan Petisah. Pasalnya tagihan senilai belasan juta jauh diluar kemampuan Susanti.

Loading...

Kepada Publika Susanti menuturkan, sebelum di rawat di RS Royal Prima, anaknya dirawat oleh Puskesmas dekat rumah selama seminggu, namun setelah itu belum juga sembuh.

“Lalu anak saya dipindahkan ke Klinik terdekat, karena alat-alat di klinik itu tidak lengkap terpaksa di pindahkan lagi ke Rs. Royal Prima,” katanya, Rabu (6/6).

Disinggung mengenai BPJS, Susanti mengatakan dirinya sempat mengurus kartu BPJS, namun ia mendapatkan keterangan tidak lagi dengan gratis, hanya dengan prabayar dan akan dapat setelah 14 hari.

Susanti berharap ada pihak pemerintah mau memberikan bantuan dan meringankan beban keluarganya, sebab hingga saat ini keluarganya masih kebingungan bagaimana menyelesaikan tagihan biaya rumah sakit.

Kabid Humas RS Royal Prima, Rita Ginting saat dikonfirmasi menuturkan, sebelumnya pasien masuk menyatakan bahwa dirinya mempunyai kartu BPJS, pihak rumah sakit menerima pasien dengan peraturan yang berlaku, karena 3 kali 24 jam berkas tersebut harus diterima pihak rumah sakit.

“Setelah kami tanya berkas tersebut tidak dapat ditunjukkan dan keluarga pasien mengatakan ditolak, namun pada saat itu dirinya sudah memilih sebagi pasien umum dan sudah menandatangani keterangan dari pihak rumah sakit,” tuturnya.

“Jadi kalau statusnya pasien umum pastinya kita dari pihak rumah sakit setelah beberapa hari perawatan, memberikan informasi biaya perobatan namun mereka mengatakan kalau tidak mampu untuk membayar biaya perobatan,” ujar Rita

Mesikipun pasien tidak mampu, Rita mengatakan pihak pihak sampai saat ini masih memberikan perawatan terbaik kepada bayi tersebut dan pihak rumah sakit akan mendiskon biaya perobatan secara sosial.

“Kita akan memberikan pelayan terbaik, hanya saja pihak pemerintah juga harus turun tangan dalam kekeluhan ini,” tandasnya.

Reporter: Kartik Byma

Loading...

Komentar Facebook