Berawal Dari Masalah Kosmetik, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Mengenaskan Di Dalam Kardus

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

 

PUBLIKA.CO.ID- Polisi berhasil mengungkapkan motif pelaku pembunuhan Rika Karina, mayat perempuan muda yang ditemukan terletak di atas sepeda motor Scoopy BK 5875 ABW di Jalan Karya Rakyat, Gang Melati 1, Kecamatan Medan Barat, Kamis (7/6/2018).

Loading...

Sebelumnya, mayat Rika Karina itu sempat menggegerkan warga setempat. Pasalnya mayat dibungkus di dalam kardus dengan kondisi berlumuran darah.

Pelaku yang ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam itu bernama Hendri alias Ahen (31) warga Jalan Platina Perumahan Ivory, Kecamatan Medan Deli Kelurahan Titi Papan.

Kanit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Hendra Eko Triyulianto mengatakan, berdasarkan hasil lidik dari lapangan ada saksi yang melihat pelaku keluar dari komplek perumahan tempat tinggalnya dengan mengendarai kendaraan yang bukan miliknya sambil membawa kotak kardus di belakang jok motornya.

“Kami (polisi) setelah mendapat informasi tersebut dan disesuaikan dengan CCTV yang ditemukan di lapangan, bahwa ciri-ciri pelaku sesuai dengan pelaku yang kami amankan,” katanya.

“Kemudian tim gabungan dari Jatanras Poldasu, Jatanras Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Medan Barat melakukan penggerebekan di kediaman pelaku,” sambungnya.

Dari hasil introgasi, tersangka mengakui perbuatannya. Polisi kemudian melakukan pencarian barang bukti yang dibuang oleh pelaku di sekitar tempat kejadian perkara.

Namun di tengah pencarian, polisi melumpuhkan kaki sebelah kanan karena sempat melakukan perlawanan. Tersangka kini dibawa ke RS Bhayangkara, untuk mendapatkan perawatan.

Mengenai kronoligi pembunuhan, dijelaskan bahwa saat itu korban datang ke rumah pelaku di Jalan Platina Perumahan Ivory nomor 1 M. Kecamatan Medan Deli Kelurahan Titi Papan.

Di rumah tersebut, terjadi cekcok mulut yang diduga disebabkan perjanjian jual beli kosmetik.

“Jadi pelaku geram karena barang pesanan kosmetik yang dipesan kepada korban tak kunjung tiba. Sementara korban sampai saat ini belum memberikan barang kosmetik yang sudah di beli dan di bayar oleh pelaku sebesar Rp 42 ribu pembayaran tersebut di lakukan sekitar tanggal 31 Mei 2018 di Milenium Plaza (tempat korban bekerja),” ungkapnya.

Kompol Hendra Eko Triyulianto menjelaskan kembali, setelah terjadi cekcok mulut kemudian Hendri menganiaya korban dengan membenturkan kepala korban ke dinding tembok rumah dan menikam leher korban dengan menggunakan pisau lalu menyayat pergelangan tangan korban sehingga korban meninggal dunia.

Kemudian Hendri memasukan jasad korban kedalam sejenis koper jenis kain, kemudian dibungkus kardus dilakban.

“Pelaku kemudian membawa bungkusan tersebut dengan menggunakan sepeda motor korban ke arah TKP dimana ditemukan sepeda motor dan jasad korban dan meninggalkan sepeda motor beserta bungkusan kardus yang berisi jasad korban. Hendri meninggalkan sepeda motor dan mayat dengan cara berjalan kaki ke arah jalan karya dan melemparkan helm korban ke pekarangan kosong milik warga seputran tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya.

“Jadi pelaku ini meninggalkan sepeda motornya kemudian menyetop becak dan ia pulang ke rumahnya. Sekitar pukul 05.00 WIB, Hendri membawa bungkusan plastik hitam yang berisi baju, sandal lalu membuangnya ke Sungai Deli,” jelas Kompol Hendra Eko Triyulianto lagi.

Diketahui bahwa pelaku berhasil diamankan di Jalan Platina Perumahan Ivory sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil amankan satu bilah pisau dengan gagang warna hijau, satu potong celana jeans pendek warna biru, satu buah jaket warna hitam, dua unit HP merk samsung dan Coolpad dan uang senilai Rp 2,7 juta.

Penulis: Kartik Byma
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook