Manajemen PSMS Bantah tak Koordinasi Soal Pemecatan Asisten Djanur

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Doddy Thahir membantah pihaknya tidak berkoordinasi dengan Pelatih Djadjang  Nurdjaman sebelum memecat asisten pelatih M Yusuf Prasetyo dan pelatih fisik Suwanda.

Loading...

Doddy menyebut, pemecatan terpaksa dilakukan lantaran pihaknya tidak bisa berkoordinasi dengan Djadjang pasca kekalahan 0-3 kontra Persib Bandung, Jumat (5/6) malam lalu. “Bukan nggak ada koordinasi. Kita dipanggil dewan pembina dan penasehat masalah kekalahan 3-0. Setah kita telepon, beliau (Djadjang) sudah pulang, permisi pun nggak ada dengan manajemen,” ujarnya, Minggu (10/6) malam

Untuk itu, usai diperintahkan,manajemen langsung melakukan sejumlah langkah salah satunya memecat asisten pria yang biasa disapa Djanur itu. “Kita diberi  perintah kan kita jalankan, untuk menyelamatkan PSMS, kepentingan Medan dan Sumatera Utara khususnya, kita harus cari kelemahannya di mana,” ungkapnya.

Selain performa sejumlah pemain yang tidak maksimal, menurut Doddy, dua asisten Djanur tersebut kurang bisa memberikan masukan kepada pelatih kepala. “Kalau saya lihat stamina pemain kurang, fisik menurun. Yoyok tidak bisa membantu juga di dalam untuk memberikan masukan-masukan,” ungkapnya.

Sementara itu, kendati sebelumnya merasa diintervensi manajemen, Djanur menyebut tetap akan bertahan di PSMS Medan. “Ya, saya sudah sampaikan ke pemain. Saya belum menyerah. Saya tidak akan mundur kecuali dipecat,” ucapnya.(syukri amal)

Loading...

Komentar Facebook