Gas LPG Di Batubara Langka Jelang Idul Fitri, Warga Berdesakan Di Pangkalan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Selama bulan Ramadhan, gas LPG 3 kg di Batubara mengalami kelangkaan. Diketahui bahwa kelangkaan terjadi disebabkan meningkatanya kebutuhan masyarakat. Waraga pun rela berdesakan demi mendapatkan sebuah gas LPG 3 kg.

Loading...

Dari pantauan Publika, terlihat beberapa pangkalan gas di Kecamatan Tanjung Tiram ramai dipadati masyarakat yang ingin membeli gas 3 kg itu.

“Untuk membeli gas aja harus berdesak-desakan karna rebutan agar bisa kebagian. Kalau gak, kadang tak dapat sama sekali,” kata salah seorang warga yang mengaku bernama Hanafiah kepada Publika (12/6/2018).

“Sekarang semua serba sulit, mau beli gas aja sulit harus berdesakan, kalau bisa pemerintah harus memperhatikan ini jangan sempat dibatasi membelinya,” ujar Upik, warga lainnya.

Sementara salah seorang pemilik pangkalan gas, Sahari, saat diwawancarai di kediamannya mengatakan bahwa mengakui bahwa pemakaian selama bulan Ramadhan menjadi pemicu masyarakat berdesakan untuk mendapatkan gas.

“Kurang tau saya kenapa bisa kayak gini, saya juga tidak tega melihat warga berdesakan seperti ini, hari biasanya gak kayak gini, tapi apa daya saya hanya berusaha menjual kebutuhan untuk masyaarakat,” ungkapnya

Sebelumnya, Sahari juga sudah membuat prosedur dan jadwal pembelian gas dengan menggunakan kupon agar setiap kepala keluarga membeli satu tabung gas.

Dijelaskannya juga, pangkalan gas yang terletak di Desa Pahlawan setiap hari Sabtu hanya menyediakan 70 tabung gas. Kemudian untuk hari senin dan kamis hanya 100 tabung gas.

“Yang masing-masing sudah dijadwalkan harinya agar bergilir dan tidak terjadi timpah tindih,” jelasnya seraya menyebutkan bahwa gas yang dijualnya dipatok dengan harga yang telah ditentukan pemerintah.

Terpisah, Andi Rizaldi selaku ketua LSM setempat menghimbau bahwa terjadinya kelangkaan itu jangan sampai dimanfaatkan pihak pangkalan gas untuk menaikkan harga.

“Melihat kondisi seperti ini jangan sempat ada pihak yang mencari kesempatan dalam kesempitan, Seharusnya pemerintah mengambil sikap terhadap kondisi ini. Agar tidak terjadi lagi pada tahun depan. Sebab kita tahu perekoniman masyarakat semakin lama semakin sulit. Jadi, udalah gasnya langka, harganya jangan sempat diselewengkan,” tegasnya.

Sebelumnya, General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo mengatakan, Pertamina mengantisipasi lonjakan konsumsi LPG yang diprediksi meningkat selama Ramadan 1439 H di Sumut, yaitu dengan menambah pasokan dan melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan.

Untuk wilayah Sumut, Pertamina telah mengantisipasi penyaluran LPG 3 kg dengan menambah sebanyak 33.666 tabung atau 9% dari konsumsi harian normal yaitu dari 369.333 tabung perhari menjadi 403.000 tabung per hari.

Penulis: Alvian
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook