Ini Cerita Mistis di Balik Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Ada Warga Tangkap Ikan Mas Raksasa Sebelum KM Sinar Bangun Tenggelam

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Tidak hanya karena kelebihan muatan, tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba juga dihubungkan dengan kisah berbau mistis atau mitos.

Loading...

Sebelum kejadian, warga sekitar danau toba disebutkan melakukan hal terlarang, menangkap ikan mas raksasa di kawasan tersebut tepatnya di daerah Paropo, Tao Silalahi.

Budayawan muda Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait percaya bahwa tenggelamnya KM Sinar Bangun lantaran adanya badai besar di perairan danau Toba terkait dengan penangkapan ikan mas raksasa oleh masyarakat sekitar danau sehari sebelumnya.

Rismon juga mengunggah foto penangkapan ikan mas raksasa itu di akun facebook miliknya, Rismon Sirait, Rabu (20/6) dan menuliskan keterangan bahwa penangkapan itulah penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Menurut Rismon penangkapan ikan terjadi pada hari Minggu (17/6/) sekitar pukul 16.30 WIB, seorang pemancing desa mendapatkan ikan mas seberat 14 Kg.

Hasil pancingan ini cukup menghebohkan warga sekitar karena ukurannya yang luar biasa, dan sebelumnya belum pernah di temukan ikan sebesar ini.

Rismon juga menyatakan bahwa ikan itu adalah ikan mas terbesar yang pernah didapat di Danau Toba dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. “Bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya, semua kembali ke pribadi masing-masing. Menurut cerita di sana, para pemancing tidak mengindahkan larangan dan saran orang tua agar ikan mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” ungkap Rismon di laman Facebook-nya.

Rismon mengatakan, dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua di sana dan langsung membawa ikan mas ini ke rumah untuk dimasak dan dimakan.

“Para orang tua yang tinggal selama bertahun-tahun di desa tersebut sempat mengingatkan agar melepaskan kembali ikan itu kedalam danau tersebut, namun hal itu disepelekan para pemancing tersebut bahkan mereka membawa ikan itu untuk di jadikan santapan rame-rame.

Namun dalam hal ini tidak terjadi dampaknya kepada pemakan ikan mas itu, hanya saja kemungkinan ada kerabat atau saudara yang menjadi korban di KM Sinar Bangun itu.

“Pasca penangkapan itulah terjadi badai di kawasan danau hingga menimbulkan ombak besar dan menyebabkan peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun,” ucapnya.

Menurutnya di pinggiran danau selama bertahun-tahun tidak pernah terlihat ombak dengan ketinggian 3-4 meter dan setebal 2 meter seperti di beberapa waktu lalu.

Ditanya masalah mistis sejarah Danau Toba, Rismon mengaku, banyak budaya yang sudah tertinggal, seperti masyarakat di danau toba wajib mengadakan ritual tradisi yang ada di zaman para leluhur untuk menjaga kebersihan serta kearifan lokal.

“Banyak budaya yang sudah tertinggal, seharusnya dalam setahun sekali atau dua kali harus di adakan ritual-ritual seperti itu, itulah pesan dari pada leluhur kami dulunya. Itu hak orang tidak setuju dengan saya. Saya tidak paksakan percaya. Tapi saya bicara dari kearifan lokal atau spiritual itulah nyatanya,” tuturnya.

Ia juga menuturkan bahwa zona lintasan kapal KM Sinar Bangun yang kecelakaan di Danau Toba kemarin lalu merupakan zona berbahaya yang dilintasi bila ada ombak besar.

Rismon sebagai Guru ahli Spiritual Danau Toba menambahkan bahwa dirinya percaya penangkapan ikan mas raksasa ini lah yang membawa mala petaka sehingga menyebabkan banyak korban yang belum ditemukan, hal ini dinyatakan setelah dirinya menjalankan ritual di Danau Toba.

“Saya percaya karena saya semalam sudah melakukan PARSANTABIAN (memohon izin) penghormatan untuk para penghuni dan penjaga Danau Toba, Sitolu sadalanan, yaitu Sibiding Laut, Siboru Pareme, dan Namboru Naiambaton.”ucapnya kepada publika.

Ia berharap agar masyarakat danau toba tidak meninggalkan adat budaya yang ada dari zaman para leluhur, agar selalu melestarikan dengan baik agar tidak terulang lagi bencana seperti ini,” pungkasnya.

Editor: Syukri

Penulis: Kartik Byma

Loading...

Komentar Facebook