Penolakan Kedatangan UAS Dan Bachtiar Nasir Di Sumut Dilakukan Kelompok Intoleran

Bertujuan Melemahkan Gerakan Politik Umat Islam

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Ketua DPD KNPI Sumut, Sugiat Santoso mengecam keras tindakan oknum-oknum yang menyebarkan spanduk penolakan terhadap kedatangan Ustadz Abdul Somad dan Banctiar Nasir ke Sumatera Utara dalam rangka menghadiri tabligh akbir di beberapa daerah.

Loading...

Sugiat menegaskan, tindakan tersebut dilakukan oleh kelompok anti Islam dan ingin menggiring masyarakat untuk membenci ulama.

“Spanduk-spanduk pemenolak ustad Abdul Somad dan Bachtiar Nasir banyak dipasang diberbagai tempat, lalu mereka mengikaitkan penolakan itu ke Pilgubsu. Jadi apa karena Pilgubsu, Ustad kami sengaja di tolak berdakwah, dan apa karena Pilgubsu pula mereka sengaja ingin menghadang kekuatan politik umat Islam?” katanya kepada Publika, Jumat (22/6/2018).

Foto: Spanduk Penolakan Kedatangan Ulama Di Sumut/Pencarian Google

Sugiat menilai bahwa penolakan tersebut menjadi bukti bahwa ada pihak-pihak yang secara terorganisir ingin melemahkan gerakan politik umat Islam di Pilgub Sumut 2018 ini.

“Dan andaipun mereka yang merupakan kelompok-kelompok anti Islam itu berhasil mengusir Ustad Abdul Somad dan Ustad Bachtiar Nasir, maka keimanan kami, kesatuan kami dan keteguhan kami akan tetap kokoh, meskipun kesolidan umat Islam di Pilgubsu ini digembosin,” ujar Sugiat.

Oleh karena itu, seluruh kader KNPI se-Sumut akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mencegah munculnya kelompok-kelompok anti Islam yang bertujuan untuk mengganggu jalannya dakwah ulama.

“Ini bukan semata soal politik praktis, tapi ini lebih dari sebuah kepentingan besar menyelamatkan negara dari kelompok kelompok radikal yang intoleran, yang anti terhadap Islam,” demikian Sugiat.

Penulis: Asmojoyo
Editor: Asmojoyo

Loading...

Komentar Facebook