Teriakan Korban Gagalkan Aksi Dua Perampok Bersenjata Tajam

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Sempat meninggalkan sepeda motornya usai ditodong senjata tajam oleh dua pemuda pengangguran, teriakan meminta tolong Irfan Hendi, mengundang penasaran warga di sekitar Jalan Sutrisno, Kelurahan Rengas Permata, Medan Area yang langsung mengepung pelaku dan melancarkan pukulan bertubi-tubi.

Loading...

Kejadian tersebut bermula saat Sabtu (30/6) lalu, Ifan Hendi pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berplat nomor BK 4789 AHF. Sewaktu tiba di depan rumah, korban dihampiri dua tersangka yang diketahui bernama Rianto, 22, warga Jalan Bahagia, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota dan Abi Chori, 23, warga Jalan Rawa Cangkuk IV, Gang Pembangunan I No 18, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.

Tanpa berbicara, salah seorang pelaku yang memegang sebilah pisau belati mendatangi dan menodongkannya ke korban. Merasa keselamatannya terancam, korban pun lari meninggalkan sepeda motornya menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong. Teriakan korban pun mengundang warga yang langsung memukuli kedua pelaku hingga babak belur.

Mendapat informasi tersebut Kapolsek Medan Area Kompol J Girsang pun menurunkan personelnya, hingga kedua tersangka diamankan ke Polsek Medan Area.

Kepala Unit Reskrim Polsek Medan Area Iptu P Hutagaol mengatakan, setelah mendapat informasi dari salah satu warga tentang adanya kejadian curanmor di Jalan Sutrisno, namun aksinya berhasil digagalkan warga setempat. Unit Reskrim Polsek Medan Area langsung turun ke lokasi tempat kejadian Perkara ( TKP),” katanya kepada Publika, Senin (2/7).

“Bersama barang bukti, pelaku diboyong ke Polsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ada pun barang bukti yang di temukan yakni sebilah pisau belati yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya, sehingga dapat menakut-nakuti masyarakat. Pelaku dijerat pasal 363 dengan ancaman pidana diatas 5 tahun ke depan,” ungkapnya.

Iptu P Hutagaol mengancam keras terhadap tindak kejahatan jalanan, ia pun akan menindak tegas apabila mendapat aksi kriminal di wilayah hukum polsek Medan Area. “Kita akan tindak tegas apabila terdapat ada aksi-aksi kriminal semakin marak, khususnya di wilayah hukum Polsek Medan Area sendiri,” pungkasnya.

Salah satu pelaku, Rianto mengaku, aksi tersebut dilakukannya karena faktor kesulitan ekonomi, sehingga memilih untuk menjadi perampok. Namun baru sekali melakukan aksinya da pun habis dimassa.

“Gak ada uang bang mau mencukupi kebutuhan sehari-hari maka itu tidak ada jalan lain sehingga memberanikan diri untuk menjadi perampok,” akunya.

Editor: Syukri Amal

Penulis: Kartik Byma

Loading...

Komentar Facebook