Legenda Timnas dan Pesepakbola Sumut Setuju Liga 1 Tanpa Striker Asing

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID- Penghentian penggunaan jasa striker asing yang menjadi wacana PT Liga Indonesia Baru untuk Liga 1 musim mendatang mendapat respons positif dari sejumlah pihak, salah satunya oleh legenda timnas Indonesia, Ansyari Lubis.

Loading...

Pria yang kini menjadi arsitek tim yang membesarkannya, PSDS Deliserdang, menilai, wacana peniadaan striker asing cukup tepat. “Bagus sih wacananya. Artinya walaupun terlambat, lebih baik lah dari pada tidak sama sekali,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (19/8).

Menurutnya, kalaupun hal itu terealisasi, tidak akan mengurangi kualitas liga lantaran malah semakin mematangkan kemampuan striker lokal yang ada.  Jikapun tetap ada pemain ekspatriat, menurut eks gelandang timnas tersebut harus lebih sedikit dari yang ada sekarang. “Mengurangi kualitas liga? Nggak juga lah. Semuanya pasti ada regulasi yang harus dibuat kan? Pemain asing perlu juga, tapi minimal jangan seperti sekarang, mungkin dua, tergantung PSSI,” ucap pria yang disapa Uwak itu.

Bahkan jika tim Liga 1 harus berkompetisi di level internasional dengan tim yang mungkin lebih memiliki banyak pemain asing, menurutnya tidak jadi persolan. “Nggak ada masalah. Kalau dia (striker lokal) main di level internasional semakin bagus. Artinya kesempatan dia untuk melawan pemain-pemain internasional lebih dapat,” bebernya.

Senada, gelandang serang PSMS Medan, Rachmad Hidayat juga setuju wacana pelarangan pakai striker asing pada kompetisi Liga 1 musim depan direalisasikan. Hal itu menurutnya tepat lantaran selama ini striker lokal kurang bisa menunjukkan kemampuannya lantaran adanya persaingan dengan striker asing dan membuat penyerang lokal sulit berkembang lantaran jasa pemain asing akan jadi pilihan utama.

Gelandang serang PSMS, Rachmad Hidayat (kanan) mencoba melewati pemain Bali United, M Taufik (kiri) beberapa waktu lalu.(ist)

“Kalau saya justru setuju ada wacana itu. Karena Indonesia juga enggak kalah bagus strikernya kalau dikasih kesempatan bermain. Selama ini kan karena kurang dikasih kepercayaan saja makanya jadi penyerang lokal jadi belum berkembang,” kata Rachmad.

Menurut Rachmad striker lokal butuh jam terbang yang lebih baik agar mampu menunjukkan ketajamannya. Dengan lebih mempercayakan striker asing, pemain lokal hanya akan dapat menit bermain sedikit.

“Tak adanya striker asing akan membuat persaingan jadi lebih seru di antara striker lokal. Karena saat ini yang dibutuhkan striker lokal itu jam terbang saja,” ujar eks pilar Persib Bandung dan Sriwijaya FC itu.

Sekadar informasi, striker asing memang masih mendominasi daftar pencetak gol terbanyak di Liga 1. Dari urutan pertama, ada nama pemain Mitra Kukar, Fernando Rodrigues dengan koleksi 14 gol. Kemudian Ezechiel Ndouassel, striker Persib Bandung dengan 13 gol. Untuk urutan ketiga juga striker asing milik Persebaya, David Da Silva dengan 13 gol. Setelahnya, baru striker lokal asal Barito Putra, Samsul Arif menempati posisi ke empat dengan 10 gol.

Untuk ddiketahui, rencana peniadaan striker asing digaungkan PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi beberapa waktu lalu, menyusul sulitnya menemukan sosok striker lokal berkualitas mengisi slot timnas Indonesia. Namun keputusan itu belum final.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook