Rengasdengklok di Bibir Pantai Barat Mandailing Natal

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID – Kamis malam, (16/8) menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Nun jauh dari hirukpikuk ibukota, di bibir Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, sekelompok pemuda dari Kesatuan Pemuda Nata (KPP Nata) menampilkan teater kemerdekaan, pertunjukkan perdana mengusung tema Menolak Lupa dengan menghadirkan kembali peristiwa bersejarah Rengasdengklok.

Loading...

Momentum genting dalam perjalanan bangsa ini dipentaskan dengan properti sederhana, cahaya ala kadar dari beberapa batang obor bambu. Namun siapa sangka, kemahiran aktor-aktor otodidak ini  dapat ganjaran apresiasi dari penonton yang memenuhi lapangan Merdeka Natal. Malam itu, wajah nasionalisme mencuat sekita, orang-orang menyaksikan, peran vital pemuda memerdekakan tanah airnya.

“Sudah lama saya tak melihat acara pertunjukan drama seperti ini dan ketika saya mendengar bahwa pemuda ingin membuat drama saya pun tak sabar menontonnya,” ujar Lina kepada Publika.

Shohandra Wira selaku sutradara mengharapkan kegiatan ini nantinya akan tetap berlanjut sebagai gagasan kreatif dari pemuda di Kesatuan Pemuda Nata (KPP Nata). Sekaligus sebagai panggung aspirasi dan kreativitas pemuda di Kecamatan Natal.

Shohandra Wira mengakui penampilan teater ini belum dapat dikatakan sempurna, beberapa kendala ia hadapi bersama tim seperti alat pengeras suara yang tidak stabil serta pencahayaan yang kurang maksimal, namun sejak awal ia meyakini panggung tersebut akan sukses, terutama setelah melihat kemampuan para aktor dalam mendalami peran masing-masing

Panggung teater Rengasdengklok ini menjadi kemeriahan lain malam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, keterlebitan pemuda mendapat apresiasi dan dukungan warga. Selain menampilkan teater, KPP Nata juga menggelar pawai bendera merah putih sepanjang 73 Meter.

Reporter: Muflich Noerhadi Ray

Loading...

Komentar Facebook