Rusak dan Buang Al-Quran ke Parit, Brigadir Tomi hanya Dituntut Penjara 16 Bulan

Terdakwa Berpotensi Tetap Jadi Personel Polisi Usai Jalani Hukuman

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PUBLIKA.CO.ID– Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo hanya menuntut Brigadir Tomi P Danil Hutabarat, terdakwa penistaan agama Islam dengan merobek-merobek mushaf Al Quran, pada persidangan di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/8) siang.

Loading...

Padahal, ancaman hukuman pasal yang disangkakan kepada Tomi maksimal empat tahun penjara. “Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Brigadir Tomi selama satu tahun dan emp bulan penjara. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 156 A KUHP,” ujar Sindu di hadapan majelis hakim yang diketuai Sontan Merauke Sinaga.

Berdasarkan pantauan persidangan, terkesan sidang digelar ditutup-tutupi dari awak media yang akan melakukan peliputan. Hal itu ditengarai lantaran pintu ruang sidang yang sejatinya tidak pernah ditutup namun saat sidang itu ditutup rapat layaknya sidang anak di bawah umur, kendati tidak diketahui siapa oknum yang menutup pintu ruang sidang.

Selain itu, pembacaan tuntutannya juga dibacakan bertepatan dengan masuknya waktu salat zuhur yang tentu saja banyak umat muslim yang memilih melaksanakan kewajiban ketimbang menyaksikan persidangan.

Sementara itu, terdakwa Brigadir Tomi sendiri saat sidang berlangsung terkesan tidak ada penyesalan dari raut wajahnya. Bahkan dia masih sempat melempar senyum kepada jaksa seusai pembacaan tuntutan.

Usai pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim, Sontan Merauke Sinaga menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaan Jaksa disebutkan terdakwa Brigadir Tomi pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2018 pagi bersama ibunya mengantarkan istrinya yang hendak melahirkan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Sesampainya di IGD Rumah Sakit Adam Malik selanjutnya istri terdakwa dibawa ke lantai III ruang melahirkan. Terdakwa yang menunggu proses persalinan istrinya itu kemudian turun untuk mengambil tas di parkiran mobil. Namun pada saat itu terdakwa malah menuju Masjid Nurul Iman di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik. Dia masuk ke teras masjid melewati lorong masjid melalui bagian belakang ruangan. Dia langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Saat itu terdakwa melihat di dalam lemari dalam masjid berisikan Al-Quran yang tersusun. Setelah dari kamar mandi lalu terdakwa langsung masuk ke dalam masjid melalui pintu samping dan mengambil empat buah mushaf Al Quran dan membawanya ke kamar mandi kemudian terdakwa merobek-robek dua buah Al-Quran dan membuangnya ke dalam parit.

Sementara dua buah Al-Quran lagi diletakkan diatas parit dekat tembok kamar mandi. Usai melakukan hal itu, terdakwa keluar dari masjid dan pergi mengambil tas dalam mobil dan membawanya ke lantai III.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah saksi melihat ada kitab suci yang berada di atas parit dan ada juga yang sobek. Mereka kemudian memeriksa CCTV mesjid dan melihat penistaan itu dilakukan terdakwa yang bekerja di Dokkes Polrestabes Medan itu.

Di sisi lain, tuntutan jaksa yang rendah tersebut ditengarai akan membuat status Brigadir Tomi P Danil Hutabarat sebagai anggota Polri tampaknya akan tetap disandangnya usai menjalani vonis jika majelis hakim juga memutus perkara setidaknya dengan hukuman yang sama dengan tuntutan jaksa.(Syukri Amal)

Loading...

Komentar Facebook